Ketika cinta itu datang aku
merasa takut. Mengapa aku terjebak pada tempat yang aku benci . Jika aku
memelihara rasa ini aku akan tersakiti. Melihatnya tersenyum membuatku bahagia
, berada disampingnya impianku namun juga ketakutanku .
Sekarang dia meninggalkanku tanpa
sebab, hampir saja aku merasa sakit setidaknya aku tlah terbiasa akan keadaan
ini . Aku lelah berpura untuk tidak membutuhkan cinta , saat orang-orang punya
cerita tentang pasangannya aku hanya sibuk dengan tulisanku, kapan aku bisa
berbagi cerita dengan mereka.Semua bisa saja terjadi hari ini memiliki
kekasih seperti yang mereka punya, namun aku tidak bisa memilih itu aku masih
terlalu takut untuk kecewa .
Kesalahan yang sempat aku buat
ialah menelantarkan orang yang menyayangiku , aku belum siap untuk memiliki
ikatan hubungan dengan seseorang , meski hatiku begitu ingin . Aku mencoba
bertahan sejauh ini hanya untuk mengamati perasaanku, rasa yang aku pelihara
ketika melihatnya pertamakali temanku mengenalkannya padaku .
Saat itu aku telah menjalani
hubungan dengan seseorang yang kini tlah menjadi suami orang. Kisah itu tlah
berakhir dua tahun lalu . pertamakalinya aku merasakan indahnya pacaran , jatuh
cinta dan dicintai oleh orang yang aku sukai .
Sampai hari ini aku masih
mengamatinya meski dia tak pernah tau itu, aku selalu berharap dia menyapaku .
Pernah suatu hari aku bertemu dengannya meski itu sebuah kesengajaan yang aku
lakukan untuk bisa dilihat olehnya . Pertamakalinya dia menyapa dan berbicara
padaku .Akan kah aku sampaikan rasa ini,
ketika waktu aku dan dia akan berpisah nanti, ataukah aku simpan saja rasa
kekaguman ini, sampai rasa ini mati . Mungkin inilah pilihan terbaik
menyimpannya saja , aku akan terus berdoa untuk kebahagiannya, aku yakin suatu
hari nanti seseorang yang aku suka juga menyukaiku , hidup bersamaku , membawa
aku pergi dari dunia yang pelik ini , dan akan hidup sampai tua nanti
bersamanya menghabiskan waktu berdua .
Dulu saat aku masih enam belas
tahun, aku pernah jatuh cinta pada seorang senior disekolah, orang bilang itu
cinta pertama . aku bahagia saat itu, dan sangat bahagia hingga akhirnya aku
tak menyadari bahwa sebenarnya aku terluka. Cukup lama aku melupakan rasa ku hingga
akhirnya aku menemukan seseorang dan dialah pacar pertamaku , meski cinta
pertama ku bukan dia . Dan hubungan itu telah berakhir dua tahun lalu.
Sekarang
aku hanya sendirian yang menaruh kekaguman kepada lelaki lain, diam-diam aku
mengaguminya berharap aku bisa memelihara rasa ini sampai mati rasa .Waktu terus saja mengikuti setiap
langkahku tak pernah meninggalkanku sendiri.
Pagi itu dimusim panas aku bertemu
seseorang yang memiliki senyuman indah , dia tersenyum padaku , menyapa ku .
saat itu aku tidak mengenalnya, seiring waktu berlalu aku pun berkenalan
dengannya . Kehadirannya sempat mengalihkan obsesiku , dia datang padaku dalam
keadaan mengalami kehancuran hubungan dengan kekasihnya .Berawal dari teman
yang sama menyukai musik cerita aku dan dia semakin asik saja , aku lupa kalau
dia telah ada yang memiliki. Aku menjauhinya berharap dia tidak akan menyapaku
lagi, namun dia masih saja mengeluh dan merayu ku .
Aku tahu dia orang baik dan
hubungan akan membaik jika aku menjauh. Namun aku tidak bisa meninggalkannya
begitu saja, karna yang datang dan masuk dikehidupanku adalah dia, bukan aku
yang mengusik hidupnya . Aku biarkan semuanya menjadi dekat jika suatu saat
nanti aku rasa dia akan menjauh ketika menyadari betapa beharganya pasangannya
dibandingkan aku yang baru dikenalnya.Kini telah terjadi, dia
menghilang tepat satu minggu setelah pagi itu dia menyapaku. Itu sapaan
terakhir yang aku terima darinya, sempat aku menghubunginya namun tidak ada
balasan. Dia benar-benar telah menjauh dari ku. Rasa penasaran ku bergerak
untuk membuka akun sosmednya dan menemukan sebuah postingan dari kekasihnya
sebuah foto kemesraan yang pernah mereka jalani dulu , hatiku sebagai perempuan
merasa kasihan tak ingin melangkah lebih jauh aku takut itu akan menyakiti hati
perempuan lain.
Ku temukan kembali obsesi ku yang
sempat terhenti oleh kehadiran dirinya, akupun mulai mengamati dia yang aku
sukai diam-diam . Sekarang aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan,
ingin sekali aku merasakan disayang dan diperhatikan lagi layaknya seorang
kekasih , namun keberanian untuk memulai hubungan itu masih sangat jauh. Mereka
berkata aku terlalu hati-hati , pemilih, dan teliti . aku hanya melakukan yang
terbaik untuk diriku . Jika aku terluka lagi siapa yang akan menemaniku untuk
menangis di tepi pantai, siapa yang akan menemaniku ketika aku menulis kisah
sedihku. Aku tidak punya teman seperti itu. Haruskah aku mengakhiri tulisan ini
dengan kata biarlah. Biarlah terjadi dan berjalan sesuai alur kehidupan,
haruskah aku berdiam dan membiarkan semua lewat begitu saja disisi ku.
Ada sebuah lagu yang aku suka
dari noah ketika mendengarnya membuatku merasa sedih liriknya seperti ini
“ mengapa berdusta hanya untuk
cinta
Tak pernah ku sangka sampai
disini
Beribu cerita berbaris disini
Akan ku simpan dalam hati “
Meski kisah ku tidak lah menarik
namun aku menulisnya bukan untuk dilirik ini hanya sebuah cara untuk aku bisa
melepaskan rasaku, teman setiaku hanya dengan menulis bukan berbicara .
Jika
suatu hari nanti kamu menemukan orang yang kamu suka dan orang itu tidak tahu
kamu menyukainya atau mungkin dia tahu tapi dia tidak menyukaimu aku berharap
kamu tidak menyalahkan cinta, karna cinta tidak pernah salah untuk mencintai
seseorang yang dia rasa baik ,
Cinta tidak pernah memikirkannya bahkan dia
tidak punya alasan mengapa dia cinta. Biarkanlah rasa yang bertanggung jawab
pada hati untuk menyelesaikannya, entah itu harus bertahan atau menghentikan
atau mungkin membiarkannya mati rasa . aku masih percaya semua akan indah pada
waktunya, kamu gimana ?