Minggu, 05 Mei 2019

Aku dan Sarah


Terkadang hidup akan terasa rumit ketika kita tak bisa menghargai dan bersyukur akan nikmat Tuhan, ketidakpuasan akan rizki yang diterima membuat seseorang lupa diri dan mulai serakah.
Yang paling aku sesali dalam hidup ini, mengapa semua mengatas namakan uang, uang dan uang. Aku harus bekerja keras untuk memperolehnya, namun aku selalu merasa tidak cukup. Beban ini membuatku lelah, keputusasaan mulai meggerogoti pikiranku, ingin rasanya aku mencari jalan instan untuk memperoleh uang, aku sudah sangat lelah akan penderitaan ini. Aku mulai marah pada Tuhan, mengapa aku dilahirkan dalam keadaan seperti ini, sungguh aku sangat iri dengan mereka yang selalu berkecukupan, mereka yang tak harus bekerja keras untuk mendapatkan sesuap nasi, mereka yang selalu mengandalkan orangtuanya. Namun mengapa harus aku yang menghadapi kehidupan seperti ini , mengapa???, apa aku tak pantas menikmati kesenangan seperti mereka , atau Tuhan lebih menyangi mereka, aku benci ketidakadilan ini.

Setiap hari aku hanya mengeluh, hingga akhirnya aku mulai melupakan Tuhan,. Melupakan NYA, dan tak pernah bersyukur,.bertahun lamanya aku menjalani kesusahan ini, mencari nafkah untuk menghidupi seorang adik yang cacat. Masih ku ingat saat itu,peristiwa yang amat aku sesali hingga saat ini, andaikan aku bisa mati bersama mereka, mungkin takkan pernah ada kehidupan seperti ini, aku akan terus bersama mereka sampai mati. Tapi mengapa aku ditakdirkan masih hidup, mengapa Tuhan mengambil ayah, mengapa harus ibu, dan melukai adik kecilku sarah hingga ia seperti ini. Setiap hari aku harus bekerja keras mencari uang untuk biaya pengobatan sarah dan untuk sesuap nasi , aku benci hidup ini, kenapa tidak membiarkan aku mati saja. Aku lelah aku benar-benar lelah.
Aku ingin melihat sarah berlari lagi dan tersenyum, tapi itu pengharapan yang tak mungkin akan terjadi, sarah kecilku telah berubah dia hanya diam membisu, aku tahu perasaan sarah dia pasti sangat membenci kehidupan ini. Tak seorangpun memperdulikan aku dan sarah. Waktu  ayah dan ibu masih ada semua orang memperhatikan kami, bersikap baik terhadap aku dan sarah. Kini tak seorangpun memperdulikan kami, mereka hanya bersikap baik kepada ayah, itu semua hanya modus untuk memanipulasi. Om doni adik kandung ayahpun tak memperdulikan keberadaan kami. Dia hanya memikirkan harta ayah, dan mengusir kami dari rumah. orang yang serakah, teganya mencampakan aku dan sarah seperti ini. Aku benci om doni, manusia serakah yang hanya memikirkan kesenagannya. Aku dan sarah hidup terlunta-lunta, malam ini aku hanya bisa menangis meratapi kehidupan yang tak pernah berhenti untuk menertawakan penderitaanku, berpura tegar dihadapan sarah adalah cara untuk mengambalikan senyumannya. 



Kisah Horor dikantor Baru


Senja menjelang malam, aku masih setia menatap layar monitor, jari jari ku sibu meloncat-loncata diantaran kotak-kotak huruf abjat yang menempel dikeyboard. Begitu banyak versi laporan yang mesti aku selesaikan malam ini, karna esok aku berencana untuk tidak masuk kerja . Sudah seminggu ini selalu pulang malam, pindahan kantor membuat semua yang berantakan harus dirapikan. Belum lagi pending laporan.

Ketika aku sendirian dilantai satu, mengejakan laporan sementara teman ku fikra memperbaiki kunci mobil  yang harus diganti karna dia lupa menaruh konci mobil. Semua kejadian aneh itu berawal sejak tadi pagi, si bos yang biasanya menaruh kunci mobil di dalam box file dimeja kerjaku, sekarang dia tidak menemukan kunci mobilnya, aku meyakini kalau sbos benar menyimpan konci mobil itu didalam box file itu, walaupun dia pelupa dia selalu berusaha untuk menaruh sesuatu itu ditempat yg sama biar dia tidak lupa. Namun kenyataannya konci itu berpindah di dalam box file yang berada di etalase luar.

Dan sekarang ketika semua hendak pulang, konci mobil hilang lagi , aku dan yang lain sudah membantu menencarinya tapi tidak ketemu , akhirnya fikra memutuskan untuk membawa tukang ahli konci, sekarang dia lagi memperbaiki konci mobil sementara aku masih sibuk dg laporan yang notabene angka-angka.

Setelah menunaikan ibadah sholat maghrib aku pun bergegas duduk di korsi meja kerjaku, jari-jariku sudah tidak tahan untuk mehentakkan kekesalannya pada keyboard yg sedari tadi ia geluti. Ketika aku ingin mengecek expired vocher dan kartu tiba-tiba aku mendengar suara jatuhan triplek , aku pun langsung menjugu gudang yg tepat berada dibelkang lemari besi, tak kutemukan adanya triplek yang terjatuh dan bahkan disana juga tidak ada tumpukan triplek yang berada diatas dus hanya bersandar pada dinding dus yg masih berdiri rapi. Aku yakin suara itu dari lantai atas . karna banyaknya laporan yg harus aku kejar malam ini membuatku mengabaikannya.

Aku spontan saja melanjutkan ketikanku, pertanda aneh itu hadir lagi, lampu diruangan mengedip layaknya difilm horor, sekali dua kali aku menanggapi mungkin daya listrik yg tidak kuat, atau mungkin karna listrik yg tidak stabil, disisi lain otakku berpikir, tidak stabil darimananya, sementara yg hidup Cuma satu komputer , sementara dipagi hari lampu kantor juga hidup,AC,komputer 3, kipas angin, dan air. Sangghup daya listriknya.

Karna  kesibukkan membuatku mengabaikannya, dia sepertinya marah lampu itu mulai lagi mengedip menyala lalu mengedip berulang kali, aku hanya bisa menelan air ludah dan jantungku berdegup lebih cepat , ingin berlari keluar namun aku merasa malas, kucoba ambil HP menghubungi fikra untuk masuk menemaniku , tiba-tiba saja pulsa habis, padahal pulsanya baru diisi tadi sore, aku pun mencoba menghubunginya lagi namu HP ku mendadak hang, aku terus berusah menghubunginya sampai akhirnya aku bisa , dan sialnya fikra meninggalkan HP nya. Rasa takutku semakin menjadi dikarnakan lampu terus saja mengedip ngedip, akupun berlari keluar, berteriak memanggil fikra, dan membawa dia kedalam.

 aku dan fikra kembali keruangan kerja, lampu itu kembali normal , hal aneh terjadi lagi sekitar 5 menit kemudian dia mengedip lagi, aku semakin ketakutan mencoba menyembunyikan rasa takut, agar fikra tidak berpikir aneh-aneh, namun percuma setelah itu lampunya mendadak mati. Aku dan fikra pun saling menatap mata, mencoba menduga-duga dg apa yg dia pikirkan. Aku tahu fikra ketakutan dia sepertinya mencoba menyembunyikan rasa takutnya , akupun sudah tidak tahan lagi, raut wajahku semakin terlihat jelas bahwa aku ketakutan. Akhirnya laporanku selesai . tanpa basa-basi aku langsung berkemas keluar  dari kantor yg menyeramkan ini. Sesampai diluar aku baru menceritakan tentang keanehan yg aku alami sedari tadi ketika fikra berada diluar. Akhirnya dia buka mulut bahwa sebenarnya kantor ini memang ada penunggunya, dia dapat cerita dari ibu kantin sebelah, berdasarkan cerita yg sebenarnya aku tidak ingin tahu, selain itu kantor ini sudah dua tahun tidak dihuni manusia wajar saja banyak hal aneh yg terjadi.

Sialnya, si bos tau sebenarnya cerita tentang kantor ini, pantas saja dia begitu buru-buru turun dari lantai 2, sampai-sampai laptopnya dibiarkan di letakan di kursi tamu dan pergi pulang begitu saja. Dia mengakui karna baca PM BBM aku, yg curhat tentang kisah horor dikantor. Ternyata dia udah dikasih tau ibuk kantin waktu pulang tadi.

Pengalaman mistis dikantor baru, lebih seram dibanding kisah horor di kantor lama.

Kamis, 14 Maret 2019

7 Cara Memaafkan Diri Sendiri dan Tak Lagi Hidup pada Masa Lalu


1. Masa lalu adalah masa lalu, biarkan masa lalu pergi
memaafkan diri sendiri - Masa lalu adalah masa lalu, biarkan masa lalu pergi
Ada sebuah kutipan bagus yang mengatakan bahwa masa lalu tidak dapat diubah, dilupakan atau dihapus, tetapi hanya bisa diterima sebagai bagian dari kehidupan. Kamu tidak bisa mengubah segala yang telah terjadi pada masa lalu, tidak peduli seberapa besar keinginanmu atau betapa menyesalnya kamu karena apa yang terjadi.
Setelah kamu menyadari bahwa tak ada yang bisa diubah dari masa lalu, maka kamu akan mulai membuka hati dan menerima masa lalu sebagai bagian dari hidupmu. Namun, bukan berarti bahwa karena masa lalu adalah bagian dari kehidupan, maka kamu menjadi terperangkap dalam masa lalu.
Masa lalu adalah masa lalu, maka biarkan masa lalu pergi. Jika kamu melakukannya, akan lebih mudah bagimu untuk memaafkan diri sendiri dan menyembuhkan luka hati yang selama ini membuatmu sangat menderita.

2. Jangan menyembunyikan kesalahan, tetapi menyadari dan belajar dari kesalahan
memaafkan diri sendiri - Jangan menyembunyikan kesalahan, tetapi menyadari dan belajar dari kesalahan
Guru terbaik adalah pengalaman. Jika pada masa lalu kamu membuat banyak kesalahan yang menyebabkan diri sendiri atau juga orang lain terluka, maka jangan sampai kamu menyembunyikan kesalahan-kesalahan yang telah kamu lakukan.
Menyadari segala kesalahan yang telah kamu buat adalah langkah awal untuk berdamai dengan diri sendiri. Setelah menyadari segala kesalahan, maka belajar lah dari kesalahan-kesalahan tersebut dan berjanji kepada diri sendiri untuk berusaha keras agar tak lagi mengulangi kesalahan yang sama.
Melakukan kesalahan adalah bagian dari menjadi manusia. Dari kesalahan-kesalahan lah kita sebagai manusia belajar, tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang semakin baik.

3. Sayangi diri sendiri seperti kamu menyayangi orang lain
memaafkan diri sendiri - Sayangi diri sendiri seperti kamu menyayangi orang lain
Pernahkah kamu bertanya-tanya, mengapa saat kamu menyayangi seseorang dan orang tersebut melakukan suatu kesalahan, kamu mudah untuk memaafkannya? Karena terhadap orang yang kamu sayangi, kamu akan cenderung melihat bahwa masih ada banyak kebaikan di dalam dirinya.
Lalu pertanyaan berikutnya, mengapa saat diri sendiri yang melakukan kesalahan, kamu sulit memaafkan dirimu sendiri? Karena banyak dari kita yang tidak memiliki hubungan penuh kasih dengan diri sendiri. Kita lebih bersikap kritis terhadap diri sendiri dibandingkan orang lain.
Selain itu, saat seseorang menyakiti kita, kita bisa memutuskan dengan mudah untuk tidak berhubungan lagi dengan orang tersebut. Sayangnya tidak demikian halnya dengan diri sendiri. Kita tidak bisa memutuskan hubungan dengan diri sendiri.
Oleh karena itu, kamu harus bisa menghargai dan menyayangi diri sendiri seperti kamu menyayangi orang lain. Jika sudah demikian, akan lebih mudah untukmu memaafkan diri sendiri, karena kamu menyadari bahwa dirimu berharga.

4. Ingatlah bahwa tak ada yang sempurna
memaafkan diri sendiri - Ingatlah bahwa tak ada yang sempurna
Di dunia ini tak ada yang sempurna, termasuk manusia. Setiap manusia pasti pernah berbuat salah, dalam tingkat yang berbeda, begitu pula dengan dirimu. Ada saat-saat di mana kamu tidak bertindak yang terbaik, sama seperti manusia lain. Menyadari bahwa tak ada yang sempurna akan membantu memudahkan memaafkan diri sendiri dan menyembuhkan batin.

5. Biarkan orang masuk ke dalam kehidupanmu
memaafkan diri sendiri - Biarkan orang masuk ke dalam kehidupanmu
Pengampunan membutuhkan keterlibatan dua pihak. Akan sulit bagimu untuk memaafkan diri sendiri jika kamu tidak mencoba untuk belajar memaafkan orang lain yang pernah menorehkan luka di hatimu.
Agar proses memaafkan dapat berjalan lebih mudah, kamu memerlukan dukungan orang lain. Jadi biarkan orang-orang masuk ke dalam kehidupanmu. Jangan menutup diri karena kamu trauma akibat peristiwa yang terjadi pada masa lalu.

6. Cobalah perbaiki hubungan yang kandas
memaafkan diri sendiri - Cobalah perbaiki hubungan yang kandas
Mencoba untuk memperbaiki hubungan yang kandas juga menjadi salah satu cara yang bisa kamu terapkan jika kamu ingin bisa memaafkan diri sendiri. Meminta maaf lah kepada orang-orang yang telah kamu sakiti dan berusahalah untuk memperbaiki hubungan kalian.
Jika orang yang telah kamu sakiti tersebut sudah memaafkanmu, maka kamu juga harus bisa memaafkan diri sendiri.

7. Mulailah bersikap sesuai dengan prinsip moral dan nilai-nilai yang kamu pegang teguh
memaafkan diri sendiri - Mulailah bersikap sesuai dengan prinsip moral dan nilai-nilai yang kamu pegang teguh
Pada umumnya setiap orang memiliki prinsip moral dan nilai-nilai yang menjadi landasan hidupnya, dan salah satu cara terbaik yang bisa kamu lakukan untuk memaafkan diri sendiri adalah dengan mulai bersikap sesuai dengan prinsip moral dan nilai-nilai yang kamu anut tersebut.
Jika masa lalumu penuh dengan pikiran dan perbuatan negatif, maka kamu bisa mulai mengubahnya ke arah positif. Kamu sadar bahwa apa yang terjadi pada masa lalu tidaklah baik, maka mulai ubahlah sikap dan tingkah laku sedikit demi sedikit.
Dengan bersikap demikian, akan mulai timbul perasaan bangga dalam dirimu bahwa kamu dapat menangani situasi sesuai dengan keinginanmu, dan hal ini pada akhirnya akan berkontribusi terhadap terbentuknya harga diri yang tinggi.

Selasa, 12 Maret 2019

coretan sepenggal kisah lalu

aku terlahir sebagai orang yang pendiam, cuek terhadap orang-orang sekitar. Namun aku masih mempunyai kepedulian. Aku diam karna tak ingin berkata apa walau mereka bertanya mengapa. Diamku bukan membisu, karna aku inginberdiam sendiri menghadapi semua yang bisa kulalui sendiri, tanpa harus mengganggu orang lain
                                                     ***
menjadi seseorang yang bisa dibanggakan adalah impianku , meski selalu gagal, aku takkan pernah letih untuk menjadi yang terbaik. Menjadi yang terbaik memang tak mudah , tapi berusaha dengan giat dan berdo'a semua bisa di capai, walau terkadang waktu saja belum beri kesempatan.
                                                     ***
begitu banyak cerita yang harus aku tuliskan, dari kisa sedih hingga bahagia. Pengalawan adalah proses pendewasaan diri , aku terlahir sebagai anak pertama. menjadi kakak tidaklah mudah, aku selalu berhati-hati dalam setiap keputusan yang kupilih menjadi panutan adik-adikku. Selama Tuhan masih beriku waktu untuk bertahan hidup ,akan aku habiskan sisa hidup ini untuk membantu orang sekitarku. Karena aku merasa hidup itu akan berarti bila mampu berbuat baik terhadap semua orang. Aku tak ingin hidup sia-sia, bila nanti aku harus pergi aku masih punya kenangan kecil dihati mereka, bukan kebencian maupun cacian.
                                                 ***
sahabat...
hal terindah dalam hidup bukanlah memiliki uang yang banyak,,...
tetapi kaya sahabat itu yang terindah
hati yang bisa berbagi susah ,senang, maupun duka
dikala sedih maupun bahagia
sahabat selalu disisimu
tak peduli kamu siapa
sahabat tak pernah memandang siapa kamu
Tuhan memberikan kesempurnaan dalam hidupku
dengan menghadirkan sahabat sepertimu
Sahabat....
kaulah semangat yang tak pernah jemu
kau tak peduli badai yang kan melukaimu
kau selalu berada disisiku
terimakasih sahabat...
kau hal terindah yang pernah ada dalam hidupku...
kini aku tlah sendiri saat hidup mulai memisahkan kita,
kau pergi menemui Tuhan dan aku kesepian disini
tak akan pernah ada lagi sahabat sepertimu
yang mampu memahami sifatku,

Kamis, 28 Februari 2019

Kalah oleh waktu

sepertinya aku kalah oleh waktu dia tidak mengizinkan aku mengendalikannya belum lagi cuaca yang tidak bersahabat, keluar rumah saja susah .Padahal ada misi besar yang ingin aku kejar sebelum batas waktu itu datang, jika aku tidak bisa selesaikan lalu kapan aku akan diakui sebagai pemenang oleh sang waktu. Seandainya aku tahu kelemahan waktu itu, mungkin dia akan kalah hari ini.

Berdebat dengan waktu membuatku lapar, seceguk kopi ditemani sepotong roti kering pengganjal cacing cacing diperut  setidaknya dia tidak berisik pagi ini dengan suara gemuruh kecil dari perut.

#Ldp

Senin, 31 Desember 2018

tentang cinta

Menurutku cinta itu abstrak, 
cinta seringkali menyulitkan kita, mulai dari ngerasa tidak PD-an didepan yang ditaksir, ada juga yang berusaha mencoba mencari perhatian hanya untuk bisa dilihat oleh orang yang dicintai. Cinta juga membuat kita yang tadinya males kuliah, jadi semangat kuliah, yang tadinya tukang tidur dikelas jadi suka bersuara , sok-sok an ngeluarin pendapat saat dosen lagi ngajar. Cinta beda usia seringkali terjadi, kalau gag cowoknya yang lebih tua, atau sebaliknya. Cinta itu tak pernah mengenal usia, dia cuma kenal siapa dia, dia yang buat kamu merasa nyaman saat menatap matanya, berbicara dan berada disisinya.

Cinta itu indah bila objek yang dicintai itu memilik rasa yang sama, responnya memberi peluang untuk lebih dekat dengan nya. Cinta itu terkadang membuat seseorang menangis, menangisi atas apa yang dia harapkan ternyata mengecewakan. aku bingung cinta itu tidak pernah tegas dengan sikapnya, aku  mikir  cinta itu abstrak tidak jelas, dia suka plin plan, dikit-dikit buat orang bahagia, tapi terkadang seringkali menyakitkan, bahkan bisa membunuh nyawa seseorang.

Kecintaan pada sebuah ciptaan Tuhan seringkali buat kita lupa, lupa atas daratan, lupa diri dan mengabaikan kehidupan yang seharusnya masih berjalan. Namun cinta mungkin kan lebih baik jika kita mampu mengimbanginya dengan aturan norma agama. seseorang pernah menasehatiku ketika aku bersedih, atas kehilangan orang yang sangat aku cintai , dia berkata " Untuk mendapat hatinya, kamu harus mendapati hati Penciptanya, untuk menyayanginya, kamu harus mencintai penciptanya, niscaya semua yang kamu inginkan akan dimudahkan oleh Nya
" .

suatu hari nanti cinta itu akan terlihat jelas dihatiku, bukan cuma dimata.

Sabtu, 29 Desember 2018

Aku akan melupakan

Mereka mungkin tidak akan bertanya, bahkan pedulipun tidak. alasan ku pergi dan meninggalkan semua yang pernah aku miliki. Aku mulai sadar akan tidak pentingnya hidup ini, mengapa harus bertahan jika hati terluka, kenyamanan tak lagi dirasa, hanya pengharapan yang sia-sia.

Seandainya waktu masih pinjamkan aku bahagia untuk lebih lama lagi, akan kah aku masih bersedih, mungkin tidak atau mungkin saja iya, sedih karna kecewa. Banyak orang yang terus berpura baik padaku, mereka mencariku menyapaku karna suatu hal yang mereka harapkan dariku. ketika aku sakit, aku merasa sendiri , saat itu mereka hanya mencari orang lain yang mampu gantikan posisiku. Aku tidaklah berarti bagi mereka , lalu mengapa aku harus bertahan. Kini yang ada dibenakku hanya mencari kebahagian yang indah dari sang pencipta. 

Semoga apa yang pernah aku hadapi, tak akan aku temui lagi pedihnya dimasa akan datang, walaupun aku masih ragu-ragu untuk bisa sampai dan melewati masa depan itu. Aku selalu berpikir ,oh Tuhan apakah aku akan bertemu dengan hari esok, seringkali ku merasa aku akan pergi, namun tak tau apa itu kepergian ke rumahMU.

Terimakasih untuk orang-orang yang berpura baik padaku, berhentilah bersikap seperti itu, karna aku benci kalian

Kamis, 12 Juli 2018

Matahari 1/2 Lingkaran #Janji





Mungkin bukannya gak bisa melupakan, tapi bagian dari diriku yang tidak mau.

Kami memang tidak pernah pacaran, tapi dia sendiri pun seperti kenangan indah bagiku.
aku tidak tahu keputusan yang sudah ku pilih adalah suatu yang tepat bagi diriku, rasanya aku masih belum ikhlas atas siklus kehidupan yang begitu cepat aku lalui. 

Dia yang masih saja bersikap manis terhadapku, meski aku telah melukainya. meninggalkannya demi pilihan orang tua. 
Mungkin orang boleh bilang kalau kami tidak berjodoh, tapi ungkapan itu sama sekali tidak mengenakan bagiku. Dia adalah teman kecil ku kita sudah saling mengenal hanya saja hubungan kita hanya sampai sebatas sahabat. Walau demikian aku masih bersyukur dia masih menganggapku sahabatnya meski perasaan kami tak bisa disatukan dalam hubungan melebih persahabatan. 

Dia bilang padaku , "rasa ini cukup kita rahasiakan, kamu harus bahagia dengan pilihan orang tua mu, akupun akan melangkah dengan pilihan orang tua ku juga.:"

Kenangan bersamanya adalah kenangan yang sangat aku rindukan, meski tidak banyak bahkan hanya sekali kita menghabiskan waktu bersama seharian mengitari Toko Buku mencari komik kesukaan ku, rasanya itu sungguh menyenangkan. Kalian pasti tahu bagaimana rasanya menghabiskan waktu bersama sahabat yang kalian sukai.

                            -------------------=----------



Saat keadaan tidak sesuai dengan yang kita inginkan, kita tidak bisa menyalahkan orang lain apalagi situasi. Yang tertinggal hanya diri sendiri yang di penuhi dengan penyesalan yang selalu datang mengiringi.
 Oleh karena itu, aku harap kamu tidak melakukan kesalahan dalam mengambil keputusan disaat situasi perasaanmu sedang bingung.

salam untuk mu, yang punya kisah yang sama dengan ku,
                                                                       ------------------------------Lisa Darma Putri--------------

Rabu, 17 Januari 2018

KEKAGUMAN

pernahkah kamu mengagumi seseorang, hingga detik ini masih mengaguminya. Meskipun waktu telah berlalu langit yang biru menjadi sendu namun kau masih mengaguminya, awan tak lagi biru hanya kelabu keruh yang menghiasi tata langit kau masih saja mengaguminya , percikan air mulai turun ikut basahi tubuhmu namun tak mampu sadarkan dirimu dan terus kagumi dirinya. 

Hanya perasaan itu yang pernah aku dapati saat mengaguminya, Cinta yang pernah aku rasakan itu sangat indah namun tidak sedikit menyakitkan, bahkan perih masih ku rasa setiap kali aku bernapas sambil mengingat kenangan akan dirinya. Andaikan pengandaian masih bisa kembalikan ku pada waktu itu, sayangnya tidak mungkin karna ini adalah perjalanan yang tidak pernah bisa mengulang kembali terkecuali aku mengulang di masa depan dengan waktu dan orang yang berbeda.

Pertama kali jatuh cinta itu waktu kelas satu SMK , karna terlalu mengaguminya aku bahkan belajar untuk bisa memainkan gitar dan bahkan sampai hari ini aku masih memainkan gitar namun bukan karena kekaguman itu yang buatku memainkannya. Dia Cinta pertama ku, cinta yang membawaku berubah seperti perempuan seutuhnya. dulu aku tidaklah feminim ketika cinta mengenalkanku semua berubah jadi indah.
Sekarang aku tak lagi menyukai seseorang..............................



Tapi aku mulai belajar untuk mencintai seseorang yang Tuhan kirimkan lewat sebuah perjodohan yang direncanakan oleh orang tua, meski awalnya aku sempat menghindari perjodohan ini namun pada kenyataanya inilah sebuah takdir. aku jatuh cinta pada kesederhanaannya dan cara dia menyikapi perihal hidupnya. seseorang yang sangat menarik memang dia,.....

namun ini belum berakhir, seperti perkiraan ku. dia tampak begitu baik saat di awal perkenalan. selang seminggu perkenalan aku pun bertunangan dengannya. pertunanganan yang cukup lama, 10 bulan jarak pertunganan untuk menuju sebuah pernikhan. Alhasil menjelang pernikahan menghitung hari aku pun memutuskannya, membatalkan pernikahan.


                                                                                                              #bersambung........................






















berhentilah berharap padaku

Untuk kamu yang pernah bekata masih bertahan untukkku...
Heii kamu apa kabar?, lama tak bicara , maaf atas kekeliruan hatiku  yang terkadang menyulitkanmu untuk mendekatiku.

Didalam hatiku masih menyebut namamu, disini hatiku masih tersisa sedikit rindu untukmu. Saat kamu tidak menyadari kehadiranku , disitu aku mencuri celah untuk mengamati dan perhatikan kamu. In a sea of people, my eyes always search for you, ketika mata ini berhenti pada satu titik yang aku rasa ia telah menemukan yang dicari yaitu kamu. Mataku mencoba memohon untuk dipejamkan berharap bangkit dan keluar dari situasi ini.

Masih ku ingat pertamakali aku memandangmu saat itu jantungku tidak berdegup kencang, hanya hasrat ingin kenal lebih dekat denganmu.
Kamu yang pernah mencariku dan menemukanku disaat aku sendirian menyepi untuk menulis kisah hidupku yang tidak terlalu menarik.Kamu yang pernah berada disampingku saat aku menangis ketakutan dan terluka hingga luka itu meneteskan darah dari setiap goresan yang ada digengaman tanganku.

Kamu yang tahu betapa rapuhnya aku, Cuma kamu yang tahu sisi diriku yang lemah, cengeng dan kesepian. Mungkin hanya kamu seseorang yang pernah mengikutiku tanpa menyerah, mengeluh dan sabar menungguku. Mengikuti setiap langkah kaki ku yang tak punya tujuan dan arah untuk berhenti.
Sekarang dan selamanya aku akan bersikap seperti ini tidak mengenalimu dan bahkan menyapamu. Semua aku lakukan agar kamu berhenti menyukaiku. Tadinya aku ingin membuat kamu membenciku hanya saja aku belum punya cara dan belum siap untuk terluka karna sikap ku.

Kini telah ku kembalikan semua milikmu sperti teman-teman mu yang pernah jadi bahagian tawaku.Telah aku kembalikan semua pada situasi dimana pertamkali kita belum kenal . Senang bisa melihatmu bahagia bersama temanmu, dan aku juga senang menikmati waktu dimana aku diam dan cuek semua benar-benar telah kembali pada semula, mungkin kamu juga rasakan sehingga tidak ada yang  aneh dengan perubahan itu, Dan sepertinya kita tidak akan pernah bisa lebih dekat .

Aku selalu menanti dan ingin sekali bisa punya kesempatan menyaksikan siapa perempuan penggantiku dihatimu, syangnya aku tidak yakin bisa melihatnya . Entahlah aku selalu berpikir bahwa hidupku segera berakhir . Seandainya kita bisa bersahabat aku ingin bercerita tentang hari-hariku yang menyenangkan hari disaat aku mulai menyukai seseorang yang benar mirip kepribadiannya dengan cinta pertamaku. Hanya kekaguman ini yang masih menyemangati sisa hariku.

Apa kamu pernah mempercayai Cinta ?
Aku tidak percaya cinta, karna cinta itu hanya bersifat sesaat dan unlimited juga expired. Tapi aku yakin siih cinta bisa buat tersenyum meski sesaat lalu menyakitkan untuk waktu yang lama bahkan sangat lama.

Aku pernah hidup dalam cinta, bahkan mencintai saat itu cinta membuatku gila. Mungkin kamu dan semua orang tidak pernah tahu betapa gilanya aku hari itu, depresi hingga akhirnya aku melawan takdir berupaya memulihkan luka ini sendirian.

Aku ingin katakan bahwa “ aku merindukanmu “  tapi aku tidak pernah bisa mencintai dan menyayangimu meski aku tahu kamu telah melakukannya untukku. Aku hanya mamou untuk mengkhwatirkanmu, pedulikan kamu dengan caraku dalam diam mengamatimu untuk pastikan kamu baik-baik saja tanpa aku.

Seandainya aku benar-benar meninggalkan dunia ini lebih dulu , aku harap kamu tidak terkejut mendengar kabar itu, dan menanggap semua yang kamu dengar biasa aja. Jangan pernah menyesal karan sesungguhnya tidak ada yang perlu kamu sesali. Kamu hanya terlalu baik, carilah bahagia yang merupakan milikmu bukan pada diriku letaknya.

 Aku berharap waktu akan menuntunmu untuk melupakanku lebih cepat , jika kita masih diberi kesempatan untuk saling bertemu, entah itu kebetulan atau memang bertemu . Bersikaplah untuk tidak pernah saling mengenal, dengan begitu perlahan kamu akan menyerah untuk bertahan dan menyukaiku.



Selasa, 16 Januari 2018

Ada Banyak kisah yang terlewatkan,

Hampir lebih setahun tak lagi bercerita pada blog Potret Kehidupan,

Ada Banyak kisah yang terlewatkan,

Semula masih berawal dari kekaguman yang entah berdasarkan apa rasa itu muncul yang jelas aku suka. Aku suka kecewanya dan hal-hal yang seringkali membuat tangis itu berderai gitu aja dipipi. Aku pikir itulah cinta, tanpa mempertimbangkan pendapat logika aku beranikan diri menyimpulkannya bahwa aku cinta dia.

Dan ternyata aku salah besar telah mempercayai perasaan, Allah marah dan cemburu karena aku lebih mencintai CiptaanNya.

Saat itu seseorang telah menyakitiku, dia pikir perasaanku seperti layangan yang bisa ditarik ulur, dan bodohnya aku mau saja memaafkan setiap sikapnya dan tak segan aku pula yang meminta maaf atas sikap yang bukan aku sendiri lakukan, mengalah tak jarang sikap ku juga di artikan keras kepala. Jika aku flash back rasanya sungguh bodoh mengikuti perasaan karena akhirnya aku sendiri yang akan di permainkan.
Sebulan yang lalu aku memutuskan untuk hijrah, keinginan ini telah lama ingin tunaikan hanya saja aku masih terlalu sibuk mencari tau nikmat dunia, tanpa membekali diri untuk bekal di akhirat. Meskipun aku bukan orang baik, tetapi aku berusaha untuk tidak mengecewakan orang tua ku. Orang bilang seseorang yang pendiam itu menghanyutkan, hal itu benar tapi sejauh mana dia akan terbawa arus dan dimana dia akan bermuara itu tergantung pribadi seseorang. Orang cukup menilai saja apa yang tampak di luar, walau sebenarnya penilaian seperti itu banyak menimbulkan fitnah.
Hijrah yang aku lakukan, untuk mencari ketenangan jiwa ku, lama sudah aku mencari tahu apa yang membuat jiwa ini merasa damai saat aku mulai pejamkan mata ketika tidur, seringkali aku merasa gelisah saat sadar maupun tak sadar. Dahulu aku pikir ada hal tentang dunia yang belum aku nikmati sehingga perasaanku masih penasaran, setelah kutemukan dan jalani apa yang kata mereka menyenangkan, tidak ada yang berubah aku masih saja gelisah.
Saat ku lihat diriku yang sekarang, aku tersadar dalam tangis bahwa sebenarnya aku telah jauh dari Allah selama ini, meskipun aku sholat tapi aku menjalankannya hanya karena rutinitas, bukan beranggapan hal itu kewajiban, gal itulah yang membuat jiwa terasa hampa. Dan berpakaian ku seringkali meniru kaum lelaki. Aku sadar akan apa yang aku lakukan hanya saja aku berpikir saat itu mencari kenyamanan. Kini ku temukan kenyamanan yang sederhana itu. Semoga aku selalu istiqomah.
Meskipun aku harus mengalami kegugupan, dan tatapan aneh orang-orang saat pertamakali melihat perubahan pakaianku. Alhamdulillah semua berjalan lancar, beruntung aku orang yang tidak terlalu banyak bicara dan orang lainpun tak banyak mengomentariku.
Saat itu ujian hijrahku datang,....
Dia yang biasanya tak pernah ingin kerumahku hanya karena skripsi mau datang menemuiku, saat itu aku mengundang salah seorang sahabat untuk menemani kami sehingga tidak ada orang ketiga yang akan menimbulkan fitnah. Semula dia menerima perubahanku dan mendukungnya, saat mendengar pernyataannya aku senang dia merespon dengan baik. Tapi saat itu jiwaku merasa tidak tenang, aku takut Allah memarahiku lagi karena bermain hati.
Dia mulai perhatian walau sebelumnya sempat miss komunikasi, aku bertanya dalam hati ya Allah apa ini ujian....
Mulai mengajak ketemuan....
Awal-awal aku tak menolak takut menyakiti perasaannya, dan kemudian mengajak salah seorang sahabat untuk menemani dalam pertemuan kami.
Tak lama hal itu berlangsung si Dia mulai bosan denganku yang sulit untuk diajak bertemu dan berduaan....
Dia memutuskan silahturahmi denganku dengan alasan kami tidak cocok.
Meskipun aku selalu menyebut namanya dalam do’a berharap dia selalu sehat, dan Allah menjawab Do’a ku ,....
Saat itu aku menangis, dan kembali mengadu kepada Allah bahwa aku telah salah untuk memilih seseorang menitipkan perasaanku.
Namun terlepas dari hijrah aku bersyukur memilih jalan ini, setidaknya aku bisa tahu mana yang harus di pertahankan dan mana yang pantas untuk di tinggalkan. Allah menjauhkanku dengan hal-hal yang akan membuat ku jauh darinya. Seseorang pernah mengingatkan ku berkali-kali
“jika engkau mencintai seseorang yang tak mencintai Tuhannya, Mengabaikan nasehat ibunya, kau akan kecewa. Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu!!!”

Aku berbicara bukan bermaksud menghakimi soal ibadah seseorang, akupun tidaklah sempurna namun aku masih bersuha memantaskan diri di hadapan Allah. Aku bukanlah Khadijah yang begitu sempurna di dalam menjaga, Bukanlah Hajar, yang begitu setia dalam sengsara, aku hanya wanita akhir zaman. Semoga aku tidak lagi dipertemukan dengan orang-orang yang datang untuk bersenang sesaat. 

Aku dan Sarah

Terkadang hidup akan terasa rumit ketika kita tak bisa menghargai dan bersyukur akan nikmat Tuhan, ketidakpuasan akan rizki yang diterima ...