Senin, 21 November 2016

BIARKAN AKU PERGI DENGAN SEBUAH PENGAKUAN

Ketika senja mulai melukiskan keindahannya , dan matahari terlihat sangat lelah perlahan meninggalkan bumi dengan penuh rasa kekhawatiran mencoba pergi menemui bulan untuk mengantikan penerangan dikala malam tlah datang. 
Disaat semua orang mulai bergegas untuk pulang, aku masih disini diam dalam lamunan yang tak pernah bisa aku akhiri. Setiap kali mereka menawarkan untuk pulang aku slalu bilang, “ iya nanti masih belum gelap”. Bukannya aku tak ingin pulang, tapi sebenarnya aku merindukan untuk pulang. Berkumpul bersama ayah,ibu, dan odi , aku merindukan kehangatan rumah,canda tawa, bahagia semua kenakalan odi, nasehat ayah dan yang paling aku rindukan pelukan hangat ibu. Tapi kini kemana semua itu,.... mengapa semua berubah begitu cepat, bahkan aku belum siap untuk menjalani perubahan yang semestinya tidak terjadi dihidupku. Ini sungguh tidak adil , mengapa Tuhan merebut kebahagiaanku, apa yang telah aku perbuat sehingga aku harus dipaksa untuk menerima kenyataan yang tidak seharusnya aku terima secepat ini. Aku benci ketidakadilan ini!.
***
Selasa 16 Desember 2010  satu tahun kematian odi, kakak ku yang selalu membuat kehebohan dirumah, kini ia pergi ketempat dimana dia merasa nyaman . aku sangat kehilangan sosok seperti dia. Semenjak kepergiannya, rumah begitu sepi tak ada lagi yang menjailiku, menggodaku, membuatku kesal, . Peristiwa ini bukan hanya membuat suasana rumah menjadi kaku, ada suatu hal yang membuat aku tidak pernah betah bila berada dirumah, melihat perlakuan ibu yang semakin dingin terhadapku. Setiap kali dia berbicara yang ada dibibirnya hanya odi, setiap kali dia menyuruhku untuk makan yang disebut hanyalah “ odi ayo makan, nanti kamu sakit nak,”. Dulu aku masih bisa memahami perasaan ibu yang begitu kehilangan kakak, tapi ini sudah hampir setahun kepergian nya tapi masih memanggilku dengan sebutan odi. Tidak hanya itu ayah juga demikian memperlakukanku seperti anak laki-laki seolah akulah odi mereka. Aku merasa keberadaanku hanya diakui sebagai odi , bukan ana,. Aku tahu kalian begitu menyayangi odi, sehingga keberadaanku tidak bisa kalian rasakan yang ada hanya odi dan odi dipikiran kalian.
***
Setiap hari aku jalani hari-hari penuh dengan kepura-puraan menjadi diri orang lain, menjadi sosok odi yang kalian sayangi. Membuat kepribadian ku berubah, aku anak perempuan tapi terlihat  seperti anak laki-laki. Berpakaianku , cara sikap ku, bahkan semua yang aku lakukan terlihat seperti odi kalian. Entah sampai kapan aku harus hidup didalam diri sosok odi yang kalian sayangi. Seandainya kak Odi masih Hidup, dan seandainya waktu itu, aku saja yang mati, bukan kak odi mungkin aku akan merasa bahagia karna mati dalam keadaan menjadi diri sendiri tidak seperti sekarang  hidup tapi menjadi diri orang lain.
***
Dari dulu aku memang dibanding-bandingkan dengan kak odi, anak mereka yang selalu dibanggakan, membuat prestasi disekolah, tidak seperti aku yang selalu diam tidak mengerti apa-apa. Setiap kali aku mengajak kak odi bermain ibu slalu saja melarang dengan alasan “anak perempuan tidak boleh bermain dengan anak laki, kamu harus cari teman sendiri ana jangan sibuk sendirian aja dikamar , dengan kebiasaan menyendiri mu itu “. Bagaimana mungkin aku bermain dengan anak perempuan  sementara disini tidak ada satupun penghuni yang memiliki anak seusiaku. Teman satu-satunya yang aku miliki dirumah hanya kak odi. Tapi kak odi milik ayah dan ibu, aku harus berteman dengan kesepian dan diam. Satu-satunya teman yang aku miliki hanya diluar rumah. Ketika aku diberi kesempatan bermain diluar , aku akan merasa malas untuk pulang karna dirumah tidak aku temukan kebahagian yang tulus itu, aku menemukan diriku kembali ketika aku diluar bersama mereka.
***
Sampai kapan aku harus bertahan dalam ketidakadilan ini, kapan waktunya aku disebut, disanjung oleh ibu, ana, ana, dan ana, kapan waktunya namaku memenuhi pikiran mereka, apa dengan cara aku harus pergi dengan begitu mereka akan kehilanganku dan merindukanku. Aku bisa saja lakukakan ini, tapi hatiku masih ingin pulang, berat rasanya meninggalkan mereka karna aku begitu menyayanginya, walaupun keberadaanku tidak pernah mereka rasakan. Aku selalu berpikir suatu hari nanti keadilan akan menebus semua yang sudah dia bebankan kepadaku.
***
Malam yang aku tunggu sudah tiba, matahari sudah mulai tenggelam aku bersiap untuk pulang dengan harapan ibu akan memelukku dan menyapaku dengan sebutan ana, bukan odi seperti biasanya. Harapan itu selalu ada ketika aku ingin pulang hanya saja harapan hanyalah sebuah pengharapan yang tidak akan pernah berubah sesuai keinginanku,. Namaku masih begitu berat terucapkan dibibir mereka. 

Ketika aku sampai rumah dan mengetuk pintu tiba-tiba ibu membukakan pintu untuk ku “ anak ibu, odi kamu udah pulang sayang, ayo nak makan dulu “. Merasa tidak tahan lagi dengan sikap ibu akupun mulai marah dengan nada keras aku menegaskan “ Aku bukan odimu , aku ana, anakmu juga bu” ibu langsung menamparku.  

Sakit sungguh sakit yang aku harapkan berbanding balik, tamparan itu seolah membangunkanku dari semua kepalsuan yang aku jalani selama setahun ini, aku mencoba menahan sesak didada tapi kelemahanku sebagai perempuan akhirnya menangis juga, tidak hanya itu yang aku terima malam ini ayah juga ikut memarahiku karna telah lancang bicara keras kepada ibu. aku benar-benar sudah tidak tahan, aku pergi dan lari ...

lalu ayah berkata “ biarkan dia pergi, sampai dimana dia sanggup kita liat aja, anak ini memang beda dg odi, pembangkang!!! “ tak ingin menanggapi apa kata ayah aku hanya langsung pergi meninggalkan mereka, rasanya percuma berdebat tadinya aku berbikir mereka akan mencegahku untuk pergi, ternyata salah, sekarang aku sadar keberadaanku memang tidak pernah mereka inginkan.
***
Satu hari setelah kejadian itu , aku menanti telpon dari ayah barangkali dia berubah pikiran dan mengkwatirkanku, ternyata tidak hanya sms dari teman-teman yang menanyakan dimana keberadaanku. Aku masih sabar dan bertahan hingga sampai akhirnya seminggu berlalu mereka masih mengacuhkanku. Ternyata aku memang tidak ada artinya bagi mereka, mengapa hidup ini kejam, tidak adil, aku ini anak mereka, aku juga butuh kasih sayang orangtua, aku rindu pelukan ibu, aku rindu nasehat ayah, aku rindu semua tentang rumah, tapi semua tidak merindukanku bahkan secara terang-terangan mengucilkanku, mengusir aku dari kehidupan mereka. Aku hanya menangis dan terusan menangis, sampai akhirnya aku terlelap dan tidak sanggup lagi untuk bangun.
***
Hidupku mulai terlunta-lunta, uang saku sudah tidak ada lagi, aku sangat kelaparan, pakaianku sudah mulai rusuh, muka ku sudah mulai pucat karna kelelahan dan kelaparan. Aku hanya bisa meratapi kisah hidupku sepanjang jalan. Aku benci pepatah yang pernah aku pelajari disekolah dulu “ kasih ibu sepanjang jalan” semua yang diajarkan disekolah ternyata itu hanya bohong, karna aku mengalaminya tidak aku temui kasih sayang yang seperti itu. Kaki ku sudah mulai sakit karna kecapean jalan, kepalaku benar-benar pusing dan akhirnya aku jatuh dan tak sadarkan diri.
***
Ketika aku bangun aku sudah berada pada sebuah rumah sakit, perlahan aku menyatukan setiap gambaran yang aku lihat, mencoba menebak siapa yang ada disebelahku. Dan ternyata nia sahabatku, dia menatapku penuh haru . “ kemana saja kamu ana, aku telah mencari mu aku peduli terhadapmu, “ aku hanya terus menangis sambil berkata “ kenapa kamu begitu peduli kepadaku, sementara aku tidak pernah memperdulikan siapapun, seharusnya kamu biarkan saja aku mati dijalanan, karna aku memang pantas diperlakukan seperti itu, kamu seperti ini karna kasihan kan?
Nia membalas ucapanku “ hentikan pikiran negatifmu itu terhadap orang-orang yg benar –benar menyayangimu, aku peduli terhadapmu karna kamu sudah aku anggap seperti saudara ku sendiri ana” aku hanya bisa menangis sambil memeluk nia, hatiku benar-benar sakit seseorang yang bahkan tidak sedarahpun denganku mengakui keberadanku bahkan dia menyayangiku, kenapa ayah dan ibu tidak bisa seperti ini terhadapku .
***
Seminggu tlah berlalu aku tinggal dirumah nia, disini aku mendapatkan kebahagian sejati itu, kasih sayang ibu, canda tawa semuanya ada disini, aku diperlakukan seperti anak sendiri. Setelah makan malam aku dan nia pergi kekamar untuk tidur sesampai dikamar nia mengajakku bicara, aku takut apa nia mau mengusirku karna sudha terlalu lama aku tinggal dirumahnya. “ ana, aku ingin menyampaikan suatu hal penting kepadamu, sebenarnya dari kemarin ingin aku ceritakan
“ apakah yang ingin kamu sampaikan itu, tentang pengusiranku nia” dengan raut wajah mengiba
“tidak, bukan itu yang aku maksud ana, janganlah berpikiran negatif terus, dengarkan apa yang aku sampaikan “
lalu apa, baik sampaikanlah apa itu nia? ‘
“beberapa hari yang lalu ayah mu menemuiku disekolah, dia bertanya apa aku mengetahui keberadaanmu, dia bilang ibumu sakit, dia slalu menagisimu menyesal telah bertindak tidak adil selama ini. 
Dan aku minta maaf kalau tanpa seizinmu aku memberitahukan keberadaan mu ana, aku mohon pulanglah lihat lah ibumu, bagaimanapun perempuan itu telah melahirkanmu ana. Buang rasa bencimu itu walau tidak saepenuhnya kamu bisa menghapusnya aku tahu raa sakitmu, tapi apasalahnya kamu berbakti kepada ibu kandung mu sendiri”

“nia, kamu tidak tahu rasanya jadi aku, diabaikan yang ada dipikiran mereka hanya kak odi, bukan aku lalu kenapa aku harus mengkhawatirkan perempuan itu”

“aku hanya menyampaikan sebagai sahabatmu aku tak ingin kamu salah dalam mengambil keputusan ana, apa kamu tidak takut terlambat dan menyesal nantinya “

“aku tidak takut terlambat, karna sebenarnya aku tidak pernah terlambat, hanya saja mereka yang terlambat menyadari dan mengakui keberadaanku nia,”

“baiklah, sepertinya kamu masih keras kepala, aku harap suatu hari nanti kamu bisa berbesar hati ana, yasudah mari kita tidur “

Aku tidak bisa tidur malam ini, sejujurnya dalam hati kecilku aku begitu ingin pulang, aku sangat mengkhawatirkan ibu, walaupun dia tidak pernah memperdulikanku. Tapi aku belum bisa menemuinya sekarang, aku harap dia cepat sembuh
***
Kesokan harinya nia datang membawa seseorang yang sangat aku kenal sosoknya, yah aku baru ingat dia, entahlah belakangan ini aku mulai melupakan tentang orang-orang yang menyakitiku sehingga aku terkadang susah untuk mengingatnya. Dia lelaki setengah baya yang berjalan bersama nia itu adalah ayah, apa yang dia inginkan setelah mengusirku lalu menemuiku lagi. nia pergi dan meninggalkan kami berdua “ nak, kamu pulang ya ayah sangat menyesal telah mengabaikanmu, pulang ya nak ibu sakitnya semakin parah “ bujuk ayah terhadapku.
“ apa, anda menyuruh saya pulang, dan sekarang baru meminta untuk pulang, kemana saja selama ini, apa anda tahu bahaya apa yang terjadi diluar sana, apa anda tahu saya ketakutan, kedinginan, bahkan nyawa saya hampir mati diluar sana, untung saja seseorang yang bukan keluarga sendiri merawat saya dan bahkan menganggap saya seperti anak kandungnya, lalu anda siapa hah” sambil terbata-bata dan menagis aku berkata seperti itu kepada ayah
“ cukup ana, ayah minta maaf mungkin maaf tidak cukup bagimu ayah siap menerima perlakuanmu, tapi mohon kamu temui ibumu, dia sedang sekarat dirumah sakit”
Sambil senyum sinis aku berkata” ana, rasa asing aku dengan sebutan itu, bukankah dumulut anda hanya odi, dan odi, anak kebaggaan anda, atau pikiran anda tentang odi sudah pudar atau mungkin amnesia ya”
“nak, ayah benar menyesal, ayah mohon sekali lagi kamu pulang ya nak, temui ibu. Ibumu telah menyesal dia benar-benar kehilangan kamu, dosa besar nak jika kamu mengabaikan ibu yang telah mengandungmu, “ sambil bersimpuh dan memegang kakiku ayah mencoba membujuk. Entah apa yang harus aku lakukan, apa aku menuruti keinginannya, aku juga tidak ingin kehilangan lagi orang yang aku sayangi,
baiklah aku akan menemuinya “ jawabku
***
Sesampai dirumah sakit, aku menemui perempuan itu . perempuan yang disebut ibu. Dia terlihat sangat kurus  dan kelopak matanya mulai hitam pekat. “ ana, ana anak ku dimana kamu, ibu minta maaf nak, ibu sayang kamu nak,..” mendengar kata-katanya membuat hatiku bagai disayat sembilu, perih sunggup perih tidak pernah dia mengungkapkan hal itu terhadapku. Aku mencoba memegang tangannya dan memeluknya, terasa hangat menyejukan hatiku memudarkan amarahku.

 Tiba-tiba dokter datang, ‘ maaf mengganggu , bisa kita bicara sebentar “ ,... 
“ ya tentu dok,’ jawabku.
begini  ana, ibu anda mengalami Glaukoma akut  hal ini terjadi secara mendadak dg gejala mata nyeri yg hebat,sakit kepala dan muntah-muntah. penyakitnya semakin parah ditambah dia sering menagis dan syok dan maaf ana saya berat sebenarnya menyampaikan hal ini bahwa ibu anda mengalami kebutaan permanen, kami harus melakukan operasi, untuk itu saya harap anda mencarikan pendonor mata untuknya, tapi mencari pendononor mata sangat sulit “

“ separah itukah sakit ibu saya dok,jika keputusannya begitu tidak usah mencari pendonor lain dok, saya siap meberikan kornea mata saya untuk ibu,inilah bukti terakhir saya begitu menyayangi beliau, saya ingin dia tetap bahagia menjalani hari-harinya , saya ingin dia tetap tersenyum meihat mentari pagi ‘
baiklah, jika anda bersedia mendonorkan mata anda, tapi boleh saya periksa keadaan anda dulu sepertinya anda terlihat pucat”
Aku hanya tersenyum mendengar penuturan dokter itu “ saya memang sedang sakit dok, “
“kondisi anda benar tidak baik hari ini, mari ikut saya keruangan pemeriksaan
“tidak usah repot-repot dok, saya sudah tahu apa yang saya derita, saya kanker prostat"
 “ lalu, apa orangtua anda mengetahuinya,”
sambil tersenyum aku menjawab lagi “ tidak dok, saya menyembunyikannya
 sekarang waktu saya sudah selesai, saya sudah mendapatkan pengakuan akan keberadaan saya dri orang-orang yang saya sayangi, untuk apalagi saya bertahan hidup saya sudah menemukan kebahagian itu, bukankah yang kita cari didunia ini hanya kebahagian, pengakuan, dan kasih sayang dok, saya sudah mendapatkannya lagipula saya sudah tidak tahan dengan kepura-puran dalam menahan rasa sakit ini"
***
Akhirnya aku sampai pada batasnya, dimana keadilan yang aku cari telah aku temukan, sebelum aku menjalani operasi transpalasi mata, aku menuliskan surat ini dan menitipkan kepada nia.

"untuk Ayah yang selalu aku sayang, yah kini anakmu yang membangkang sudah tidak ada lagi dirumah, tidak ada lagi tiruan odi mu yang diajak bermain catur, sekarang ayah ga akan bisa lagi marah-marah karna sipembangkang ini udah pergi jauh.oiya ayah aku pergi bukan kerumah nia lagi tapi kerumah Tuhan yah, ayah pasti tidak akan bisa menemuiku lagi dan membujukku untuk pulang,
"untuk Ibu aku yang paling aku sayang , aku bahagia ketika mendegar ibu memanggilku dengan sebutan ana, anakku, akhirnya ibu bisa juga memanggilku dengan sebutan ana, aku rindu bu pelukan ibu lima tahun yang lalu, ibu yang selalu tidur disampingku menghapus air mataku ketika aku menangis, sekarang ibu sudah bisa memanggilku dg sebutan ana untuk terakhir kalinya , maafkan aku tidak pernah bisa menjadi seperti kak odi yang kalian banggakan,...
“Ayah, ibu aku menyayangi kalian, dari dulu aku ingin diperlakukan seperti kalian memperlakukan odi, meskipun yang ada dipikiran kalian hanya odi bahkan ayah dan ibu sampai melupkan aku, dan menyebutku odi , untuk terakhir kalinya Aku perkenalkan diri, nama aku ana cahaya seperti nama yang ayah ibu berikan
aku akan terus menyinari hidup ini dengan ketulusan cahaya yang aku miliki, ibu berjanjilah untuk tidak menangis lagi, karna mataku itu sebagai cahaya penerang disaat ibu berada didalam kegelapan,jangan biarkan airmata berharga itu terbuang percuma, hidup memang tidak pernah adil ibu, tapi kita bisa membuat keadilan itu berpihak pada kita dengan keyakinan dan ketulusan.
 untuk ayah aku sangat menyayangimu bahkan aku akan merindukan saat-saat kita mancing bersama,kini ana akan pergi menyusul kak odi yah, jangan khwatirkan ana lagi , ana baik-baik aja yah karna ada kak odi disini yg menjaga ana, maafkan ana yah karna tidak bisa menyamai odi karna ana anak perempuan bukan anak laki-laki . selamat tinggal. J jaga kesehatanmu bu jangan sakit lagi ya,..





Minggu, 20 November 2016

HATI-HATI 3 TIPE COWOK MODUS, PHP,ANAK TK

sebagai cewek kita harus selektif untuk bisa ngebedain mana cowok modus sama cowok php dan tipe cowok anak TK, tiga tipe ini suka membingungkan dan kadang mampu buat kamu klepek, yah harus pinter-pinter kesampingin perasaan dan mulai gunakan logika, kita para cewek seringkali mudah terbujuk oleh rayuan para cowok. Dunia mulai tandus apapun akan dilakukan untuk menyegarkan diri  karna itu hati hati jangan main hati. 

berikut ini cerita tentang beberapa cowok yang pernah dekat dengan ku :

pertama Ibra dia seorang mahasiswa semester tujuh , seminggu yang lalu dia nyatain suka, cinta, sayang segala macam lah yang aku hampir sakit perut nahan tawa, aneh aja, tiba-tiba ngomong gitu, katanya sih dia ngerasa nyaman saat menatapku, meskipun jarang bicara hanya tegur sambil senyum, herannya dengan cara itu dia bisa mencintai bahkan menyayangi, simple banget ya perasaannya bisa semudah itu. padahal kan dia gag kenal pribadi aku gimananya
 cowok yang seperti ini bisa dibilang modus, dia hanya memiliki perasaan sesaat, tipe cowok kayak gini paling cepat moveon, saat kamu menolaknya kata-kata ini akan keluar dimulutnya " O Ya Udah ", padahal tadi segala macem kata dia sebutin,katanya sayanglah, cinta, yang tak bisa dilupakan, eh ketika ditolak cuma bisa bilang dua kata itu aja, jelas banget modusnya, cowok tu kalau beneran suka dia gag akan bilang dengan waktu yang secepat itu dan kalaupun dia tipe cowok yang to the point pasti bisa ngebedainnya, dengan jawabannya ketika kita tolak, dia gag akan berhenti disitu aja, mungkin akan melakukan beberapa tindakan yang kamu sendiri tidak akan kepikiran.

kedua masih teman sekampus juga, dia bilang masih bertahan untukku, bagaimanapun dinginnya sikapku padanya dia akan terus menungguku kembali baik padanya. jujur ya aku salut akan sikap bertahannya, tapi bertahan tanpa action itu sama aja bohong, karna dia gag pernah bisa buktikan dengan sikap. mencariku saat aku tak ada , ketika aku ada hanya bisa mengacuhkan, beraninya di sosmed. ini tipe cowok php , dia seolah memberi harapan untuk bisa dekat dengan kita, terkadang menjauh. cowok yang kayak gini cuekin aja, lama-lama dia akan berhenti. tak perlu membalasnya dengan kata-kata yang menyakitkan, atau membuatnya cemburu , kalaupun benar yang dia katakan menyanyangimu, itu akan menyakitinya saat ucapanmu tak mengenakan baginya. cukup respon dia sewajarnya seperti seorang teman, jangan terlalu dekat.karna cowok bukan cewek dia memiliki kelebihan untuk mudah moveon saat dia gagal dengan satu orang cewek akan ada seribu cewek yang mampu dia taklukan.

ketiga tipe cowok anak TK, sukanya main. termasuk mainin hati kamu. sama cowok tipe ini harus hati-hati karna segala ucapan dia bisa meluluhkanmu , bukan hanya perkataan terkadang dia sangat lihai memainkan peran dengan sikapnya padamu seolah terlihat natural dia benar menyukaimu. ada cara mudah untuk bisa membedakannya jika dia terlalu sering berkata sayang padamu, tanpa ada keraguan dari bibirnya semua terlihat lancar, bisa jadi kesemua cewek dia perlakukan. 

sementara tiga tipe ini yang aku jelaskan , kesimpulannya jangan pernah percaya sama yang namanya cowok, tapi kamu boleh percaya sama omongan laki-laki karna laki-laki itu selalu memegang ucapannya, cowok suka membual kata-kata, tanpa action. udah saatnya kita cewek mulai berkolaborasi dengan logika jangan pakai perasaan terus. yang ada nyesek.

dan cowok, paling sering ngomong suka diawali dengan ungkapan merasa nyaman, sejatinya kenyamanan itu berawal dari komunikasi, dan kemistri yang ditemukan dalam hubungan yg lama, dengan pertemuan yang sering, kita pernah mengenal yang disebut love at the first sight saat itu kita merasa nyaman secepat mungkin dengan seseorang itu, dikarnakan fisik nya yang menarik dan bisa berawal dari keahliannya misal dia jago bermain musik , setelah itu perlahan mulai mengabaikan rasa itu. 

disaat kita menyukai seseorang jangan pernah mengatakannya secepat mungkin, meskipun kamu tipe orang yang to the point akan perasaan yang kamu rasa dan tidak suka memendam, seseorang yang dewasa itu dia bisa memilah mana yang harus disampaikan pada waktunya, dan lebih baik menggunakan bahasa tubuh, atau bisa juga melalui menjalin komunikasi yang baik,.karna tidak semua cewek bisa memahami secepat itu, 

Just to YOU

rasanya dering line itu, menyakitkan berharap itu kamu.

Aku telah sejauh ini bertahan untuk mengagumi seseorang, sampai akhirnya aku memilikinya, sekejap memang namun,itu sudahlah cukup bagiku sebagai secret admirer yang slalu merindukannya. Aku ingin katakan padanya suatu hari nanti dan mengakui bahwa aku mengaguminya cukup lama, dan berharap dia menyuruhku untuk melupakannya selama mungkin, aku berharap seperti itu karena ini terlalu sakit. Aku tidak tahu mengapa kala itu dia tiba-tiba mengajakku pergi , duduk berdua menatap indahnya danau, dan kemudian menikmati gemerlap cahaya lampu yang lucu ditaman. Aku hanya ingin sesegera mungkin untuk bisa lupakan perihal kekaguman yang menyita pikiranku akan kekhawatiran diri ini terhadap kondisinya.

Dalam do'a aku berharap pada Tuhan untuk bisa sejauh mungkin menjauhi hatiku serta pikiran akan dirinya, agar lukanya tidak terlalu menoreh kedalam relung hatiku, karna hati ini masih dalam pemulihan untuk luka yang lalu.

Senin, 07 November 2016

Remember Voice Note

Mengapa berucap seolah ingin memperbaiki, lalu akhirnya malah memperbaharui dengan cara yang salah. ini tak lebih dari sebuah kebohongan dan sangat mengcewakan. Aku heran dengan orang seperti ini, seolah-olah akulah orang yang paling jahat kala itu sekarang kita bisa lihat siapa yang lebih tidak baik hari ini. Seseorang yang tidak konsisten atas ucapnya jelas dialah yang tidak baik. 

Sebuah Voice Note yang berisi pernyataan mungkin udah saatnya untuk dihapus. Tadinya begitu apresiasi atas sikap seseorang yang mencoba bertahan atas rasa yang dia anggap benar dan hal ini membuat ku selalu merasa bersalah karna meninggalkannya tanpa sebab. Namun sekarang hal itu bukan lagi masalah karena dia telah mengakhiri pernyataan itu.

Disisi lain aku merasa sangat bebas dari perasaan yang tak mengenakan, disisi lain aku sangat kecewa dan kekecewaan akan sebuah perkataan yang tidak konsisten, bukan masalah siapa dan dengan siapa . Enntahlah mungkin ini caranya untuk bahagia terlepas dari statemant ini . Aku sangat berterimakasih untuk seseorang yang sangat sabar menunggu, dan seseorang yang berusaha untuk memperbaiki.



Selasa, 20 September 2016

best friend

Hari ini adalah hari yang sempat aku tunggu, dan sekarang aku mendapatinya. Kebebasan ya, ini yang aku cari dan harapkan selama 3 tahun terakhir. Kebebasan dalam segala hal dalam hidup ini, bebas untuk bahagia, tertawa, bicara jujur dan apa adanya. Aku tak perlu lagi memikirkan risiko atau hal buruk lainnya yang menimpa orang lain , karna sekarang aku sibuk dengan diriku sendiri. Tak ada lagi teman yang harus dihargai dan dicela dibelakang, tak ada lagi uang yang harus dihitung, semua telah berakhir.

Kini aku bebas dari rasa takut, sakit hati, dan sepi.
Meskipun sekarang tak lagi sama, aku takkan melupakan sejarah bahwa dahulu pernah ada seseorang yang selalu setia menemaniku dan mencariku sampai dia harus menyiakan perasaannya demi mengkhwatirkan orang seperti ku. Aku sayang dia  karna dia memahami rasa sakit ku, tidak seperti yang lain, dia teman yang selalu mendengar cerita sedihku, terkadang aku merasa malu bila bahagiaku tak bersamanya, bagaimanapun kenyataannya kita punya teman masing-masing, meski disaat lukaku hanya dia yang mengerti. Aku tak mau tahu aku berarti atau tidak baginya karna yang aku hanya ingin ketahui bahwa aku menyayanginya dan sangat mempedulikannya.Rasanya ingin sekali bermain bersama, dan mengabadikan moment kebersamaan itu dengannya dan beberapa orang teman lainnya, hanya saja kita punya teman yang berbeda.

ketika seseorang bertanya siapa temanmu yang paling kau sayangi, aku menyebut namanya. Suatu hari nanti aku akan mengabadikan foto berdua bersamanya.

Terimakasih untuk kamu, yang selalu dan tak pernah bosan mau mendengar kisahku, meminjamkan bahumu, dan waktu berhargamu untuk teman sepertiku.
#elsaN.

Sabtu, 30 Juli 2016

Apa kabar first love ?

Apa kabar kamu first love, ?
sudah hampir habis masa enam tahun itu aku masih menyukaimu. Kamu adalah malaikat hatiku yang tak mungkin pernah bisa aku miliki. yang mungkin terjadi hanya kakak adek an. Dan mungkin itu yang pantas aku dapatkan dari pengharapan ini.

seandainya dua tahun yang lalu, kau muncul dihadapanku mungkin aku masih sama seperti dulu, hanya kamu yang aku suka . Dua tahun yang lalu aku menduakan rasa ku, untuk laki-laki lain, yang aku kira hari itu dia pantas untuk itu. satu tahun aku menjalani kisah cinta bersamanya, namun bayanganmu selalu saja disampingku, dia yang pernah aku miliki selalu terlihat sepertimu.

Akhirnya aku meninggalkan dia, karna sesungguhnya hati ini masih terobsesi padamu. Lagipula dia tak baik untukku, seseorang yang ingin aku miliki hanya sepertimu. Kau mungkin takkan tahu itu, karna kini tlah sibuk dengan hidup dan dunia mu yang baru. Sekarang hubungan saudara kitapun mulai menjauh, tak ada lagi cerita kaka adek-an, karna kamu terlalu sibuk.

aku hanya dapat curahkan , keluh kesah hidup ini pada blogger, tak peduli apa kamu tak bisa melihat dan membaca tulisanku. Aku mencoba tak berharap kau merindukan diriku ini, bahkan melihatku meski itu hanya di sosmed. Mungkin kau tak akan pernah tahu betapa engkau aku kagumi.

Dulu mungkin usiaku masih enam belas tahun, dimatamu aku hanyalah bocah kecil yang manja, sekarang aku telah dewasa, namun kau tak pernah melihatku seperti wanita. bagimu aku hanya sosok gadis kecil. Ketahuilah meski kau tak akan mau memikirkannya bahwa aku masih dan terus mengagumimu.

Hari ini aku sendirian, tak satupun rasa takut itu muncul dipikiranku, ketika aku hanya merenung sendirian di tempat sepi ini, Aku mungkin punya teman , tapi teman-temanku terlalu sibuk dengan kegiatannya, aku tidak diabaikan tapi aku lah yang pergi menjauh hanya untuk mencari ketenangan hari ini.

Kau selalu bilang padaku, jangan salah gunakan kekaguman ini, buat rasa kagum menjadi penyemangat hidupku, ya aku lakukan saat kau masih ada disekitarku, tapi sekarang , kau tlah jauh bahkan punggungmu lagi tak bisa ku pandangi. suara tawamu tak lagi kudengar, senyummu tak bisa kalahkan mentari lagi. kau jauh bahkan sangat jauh tak bisa ku raih dan ku lihat. hanya bayanganmu yang mulai samar-samar diingatanku untuk dapat aku hempaskan rindu.

aku terus bertanya kapan kamu bisa digantikan dihatiku oleh lelaki lain, karna kamu begitu sempurna tak ada yang sanggup menggantikan dirimu dihatiku.




Sabtu, 28 Mei 2016

permohonan maaf

Seandainya aku masih jadi anakmu yang dulu

mungkin kita akan tersenyum bersama

seandainya aku tak pernah mengatakannya

mungkin hanya aku yang terluka

Ungkapan maaf mungkin takkan pernah 

kau dengar dari bibirku

hanya tulisan yang tak pernah engkau lihat dan baca

Aku mungkin sangatlah berbeda dari mu

aku pendiam dan tak banyak bicara

Maaf untuk semua sikap kasarku

Maaf telah melahirkan anak seperti ku

Maaf untuk kekacaauan ini

Aku harap kita bisa melupakan
                  salam maaf anakmu  *lisadarmaputri 


Maaf untuk IBU

Semua orang mungkin pernah merasa tidak sepaham dengan orang tuanya. Dan sebagian mereka memilih menuruti apa kata orang tuanya, lantaran takut dikatakan Durhaka. Atau mungkin karna memang tak punya keberanian menentang sesuatu yang bertentangan dengan hatinya. Hari ini untuk pertamakalinya aku menentang atas pernyataan yang mereka sepakati berdua tanpa persetujuan pendapatku. 

Dalan permasalahan ini sebenarnya ayah yang berperan, namun kenapa kemarahan ini hanya pada ibu. Entahlah aku selalu saja marah padanya meskipun dia selalu bicara pelan dan baik padaku. Aku tidak tau kapan kebencian itu hidup dihatiku, setiap kali aku mencoba mengingat kejadian dimasa lalu membuatku terluka. 
Bertahun aku jalani hidupku seperti ini, menyangi dan menghormati Ibu mereka tapi aku sendiri tak pernah bersikap baik pada Ibuku. Sementara selama satu bulan kedepan aku akan tinggal serumah bersamanya, bertemu dan makan bersama.Cobaan apa lagi ini Tuhan, mengapa harus dengannya,

Aku sudah berusaha untuk melupakan kejadian itu, namun mereka menyampaikan kembali padaku , sebuah cerita yang tak ingin aku dengar bahkan pikirkan, namun kenyataannya aku kepikiran. 
Aku iri pada cerita mereka yang menggambarkan tentang keluarga.Sebuah bahagia yang sangat tak terkira ku lihat diwajahnya saat bercerita. Aku hanya bisa berpura tersenyum lebar menyambut ceritanya.ketika mereka bertanya bagaimana dengan ku, aku pun tak ingin kalah darinya , menceritakan sebuah kebohongan hanya untuk terlihat hebat dimata mereka. Karena bagiku kesempurnaan itu tak akan pernah ada untukku, kecuali aku sendiri yang berpura-pura bahwa sempurna milik ku.

Malam ini aku ingin lupakan, semua yang pernah terjadi.
Dan aku ingin membunuh dendam, karna sangat membuatku tersiksa. 
Sekarang aku sungguh bingung, bagaimana aku harus bersikap , sementara aku akan tinggal bersamanya. Ingin rasanya hal itu tidak pernah aku katakan, namun memendam juga membebankan, sekarang dia harus tau sisi buruk ku, yang dia pikir akan selalu menuruti maunya. 
Maaf mungkin takkan pernah aku nyatakan secara lisan, tapi disini aku akan meminta maaf, 
maaf telah lahir menjadi anakmu
maaf untuk sikap kasarku hari itu
maaf untuk untuk kali ini aku tak sependapat
maaf jika aku memilih hidupku sendiri
maaf jika aku tak seperti anak mereka
Dan maaf telah membuatmu khawatir
aku mohon mulai sekarang abaikan aku


Dan maaf yang tak terucap ini tak pernah ku sampaikan padamu maa,... Bahkan saat terakhir kau hembuskan nafas.aku sungguh menyesal tak pernah menjadi anak yang bisa bahagia kan mu


Minggu, 24 April 2016

sebuah pilihan

Ketika kita memilih berjuang demi dia yang kita kagumi
Kita harus siap melepaskan atau dilepaskan
oleh orang-orang yang menyayangi kita
Dan pilihan itu hanya memperbolehkan memilih satu saja
Tak pernah mengijinkan dua

Aku coba untuk bertahan mengaguminnya
sampai aku bosan dan menyerah
biarkan kekecewaan itu menemuiku
disaat apa yang aku harapkan
berpaling dari inginku

Untukmu yang aku suka dan aku kagumi
Berjuanglah disana
Aku disini perhatikanmu
tanpa kau sadari
atau mungkin kau harapkan

 I Want to know you about my fell #akmal

My story

Ketika kamu bercerita tentang kisah hidupmu, aku lah orang pertama yang mendengarkannya. Aku yang selalu ingin tahu tentang kisahmu. Aku adalah apa yang tak pernah engkau tanya dan kau rasa. Aku menyukaimu bukan karna siapa kamu, bagaimana fisik mu, pekerjaan mu, dan siapa keluargamu. Aku suka kamu ketika aku tidak tahu siapa kamu, bahkan namamupun aku tak tahu. Namun untuk sebuah rasaku apa aku harus punya alasan kenapa menyukai seseorang sepertimu. Rasa itu berlanjut setelah aku mencari tahu tentang dirimu. Satu hal yang harus kamu percaya dari ucapanku, aku bahagia telah mengenalmu.

Sampai hari ini aku masih selalu ingin tahu tentang mu. Aku berusaha untuk tetap bertahan dan tidak berpaling dari kisahmu. Banyak dari mereka yang mencoba menghancurkan impianku untuk terus mengharapkanmu, namun aku masih kuat untuk bertahan. Dan mereka seringkali memutarkan otakku untuk beralih memikirkan yang lain selain tentang dirimu. Hatiku dengan keras beteriak sehingga jantungku mulai berontak akan kerasnya getaran hatiku yang bersikukuh menyebut namamu. Aku adalah bahagian dari mereka yang selalu menganggap dirimu ada. Aku yang selalu menyelipkan rindu pada udara yang engkau hirup.


Aku disini tidak akan mencoba untuk berpaling meninggalkanmu, meskipun mereka menjanjikan kebahagian yang nyata untukku. Aku memilih untuk sendiri dulu sampai akhirnya kisah ini jelas adanya. Entah kejelasan seperti apa aku tak ingin berharap lebih, takutnya itu akan menyulitkanmu. Akan aku akhiri kisah ini pada 8.760 jam , 525.600 menit kedepan. 

Rabu, 23 Maret 2016

Good Bye day II

Sampai hari ini , masih belum bisa ku hentikan kemana kaki ku untuk melangkah. disaat semua orang telah terlelap bahkan sempat mengarungi mimpi indah yang katanya masih sangat jauh dari pengharapan. 

Pagi dini hari aku masih terpaku di sudut gang abu-abu sambil mendengarkan musik dari earphone yang sengaja aku setel lebih keras sehingga memecah kesunyian malam yang aku lalui. Akankah aku kembali lagi untuk pulang, setelah semua yang terjadi!. Setiap kali aku mengingat akan rumah peristiwa itu selalu mengelayuti pikiranku, berpacu untuk terus beragumen tentang hal yang aku benci. 


Waktu buatku muak dengan tingkahnya yang memperlambat adegan peristiwa yang tak ingin aku saksikan, mengapa di saat seperti ini dia bertingkah mempermainkan perasaanku setelah sekian lama aku bersabar menahan diri untuk tetap baik padanya. Ingin aku hentikan waktu agar tak adalagi kesempatan untuk merusak harapan yang aku impikan.


Angin pagi ini mencoba merayuku agar terlelap oleh belaian mesranya, dan tertidur dijalanan, kucoba melawan dengan teriakkan yang memecahkan keheningan. Beruntung teriakkanku hanya mengusik para cicak yang tengah sibuk memangsa nyamuk nakal.


Aku ingin semuanya kembali lagi, seperti waktu aku kecil. bisakah hal itu aku temukan dan rasakan, walau harapan itu telah hancur berkeping-keping?, mampukah aku mencari dan menemukan bahagian harapan yang punya bahagia kecil disudutnya ? . Haruskah aku percaya akan waktu yang selalu mempermainkanku.? ENTAHLAH!!!


Sungguh aku benar lelah dengan kondisi ini, bisakah aku Mati sejenak ? meski nanti aku harus Hidup lagi dalam kenyataan pahit!!. 


Selamat tinggal untuk hari ini, waktu ini, dan kekecewaan ini,.. semua yang terjadi pagi ini


Good bye day :)

x

Menjadi orang tua

Maa, kini tidur ku tak lagi nyenyak seperti dulu. Maa, kini ku sering terjaga di sepanjang malam ku. Maa, kini ku rasakan kepani...