Selasa, 20 Oktober 2015

senyuman terakhir

bukan cuma angin yang sedari tadi coba hentikan lamunanku, tapi deburan ombak tepi pantai hancurkan setiap puing-puing khayalan yang sempat menari di pikiranku. Ingin aku teriaki mereka yang tengah asik berbincang bersama karang di lautan yang seolah membicarakan ku. Aku yang selalu bermenung disini, bernikmati dinginnya kehidupan yang tak pernah bersikap hangat padaku. Kemana aku harus pergi, aku hanya terus berjalan sesekali berlari kepinggir laut hanya untuk membasahi tubuhku yang telah lelah ini.

Awan mendung mulai berarak mengikuti ku, mencoba mengejarku untuk jatuhkan setiap titik hujan demi membasahi pipi ku, air mata dan titik hujan yang jatuh di wajahku sudah tak bisa lagi dibedakan. Ku nikmati tiap tetes hujan itu, berharap satu tetes yang basahi tubuh ini mampu hapuskan setiap kenangan masa lalu yang terus menghujatku, hapuskan tiap kepedihan yang menggoreskan luka dihatiku.

Terus ku nikmati hujan disore ini dengan tarian kesepian yang aku reka sendiri. tubuhku mulai kedinginan, tanganku tampak pucat, namun aku terus menari-nari dan akhirnya aku terjatuh , tertidur dalam linangan hujan.

Keesokan harinya aku bangun, semua berubah tiba-tiba saja aku berada diatas kasur empuk. Apakah aku masih bermain dalam mimpi, oh tidak-tidak ini tidak mungkin kenyataan. terdengar suara lelaki di sampingku " syukurlah kamu sudah sadar". aku terkejut , dan ketakutan dimana aku kini berada " siapa kamu ". tanya ku pada lelaki itu. 
" aku rio, kamu pinsan di tepi pantai sore itu, kebetulan aku usai berenang dan melihat kamu telah tergeletak distu, dan membawamu kemari"

"terimakasih, maaf aku harus pergi " akupun berlari keluar vila tempat lelaki itu. kini aku benar-benar bingung harus berjalan kemana lagi, aku tidak punya tempat tinggal, keluarga semua telah aku tinggalkan. kini aku hidup sebatang kara, semua ku lakukan untuk menghukum diri ini.

#bersambung

Kamis, 15 Oktober 2015

sepenggal kisah masa lalu

"aku tidak berharap bisa mengulang waktu hanya untuk kembali bersamamu, bagiku semua yang sudah terjadi biarkan berlalu tak usah di ingat apalagi disimpan sebagai kenangan, bersikeras aku tegaskan pada hati ini namun seringkali aku teringat akan perbuatanmu"

Sudah hampir satu tahun hubungan ini berakhir, dan aku masih belum bisa melupakan perlakuannya. Selama itupun aku tak lagi rasa akan indahnya pengharapan sebuah cinta. Dalam hati ini masih satu lelaki yang pernah aku miliki mengisi bait hati ini. Pernah aku menyukai seorang senior di kampus dan berakhir dekat dengan teman sekelasku. Senior itu sampai hari ini masih aku kagumi diam-diam seperti waktu aku mengagumi cinta pertama ku disekolah. Aku menyukai kepribadiannya yang sangat mirip dengan cinta pertamaku. 

 Meski sempat aku menjalani kedekatan dengan teman sekelasku semua tak berasa , hanya sebatas ketertarikan layaknya pertemanan yang biasa. Namun kedekatan itu tidak boleh terlalu jauh, karna hati ini masih mengacaukan pikiran buruk akan lelaki. Bukan hanya masa lalu buatku takut, Akan tetapi kesiapan dan keseriusan yang tidak aku temui, aku tidak ingin hancur dengan perasaan sesaat.
Lelaki dewasa saja masih sulit untuk dipercaya apalagi lelaki beranjak dewasa.

Definisi ku tidak pernah benar namun selalu tepat, lelaki tak pernah tulus menyukai, dia menjadi suka karna ketertarikan fisik jarang sekali karna kepribadian, Ketertarikan itu hanya bertahan sesaat,akan bertahan bila mendapatkan kepuasannya. untuk kepuasan itu perempuan harus berkorban,. Sementara lelaki dia hanya kehilangan waktu namun dia mendapati kesempatan sehingga tak ada penyesalan.

Kecemburuan melihat orang berpasangan berduaan tidak membuat hati ku hancur bahkan cemburu, karna jauh sebelum mereka memulai menikmatinya aku lebih dulu sampai rasa hampa itu tidak berasa. Bagi ku cukup hanya satu lelaki yang pernah singgah di hatiku, lelaki yang aku cintai ketika aku menjalin hubungan pacaran. Dia lelaki yang pernah kecup keningku, tenangkan jiwa ini dalam dekapan hangatnya pelukannya, dan sentuhan jemari yang pernah hapuskan air mata dipipiku dengan kelembutan kasihnya. 

Satu tahun dua belas bulan tiga ratus tiga puluh enam malam ingatanku masih terpaku akan mantan kekasihku, bukan karna kenangan indah melainkan perlakuannya padaku. Menjadi traoma fisik yang membuatku takut . Walaupun aku tahu semua akan ada pembalasannya, aku berharap dia cukup menyesali tak perlu Tuhan menghukumnya. Aku bersyukur hari itu Tuhan menguatkan hati ku untuk memilih meninggalkannya, andai telat ku sadari mungkinku tlah hancur.

Beberapa bulan hubungan itu berakhir aku sempat dekat dengan seorang teman dan aku mengakui menyukainya namun tak pernah aku menyatakan cinta bahkan sayang , entah itu melalui sikap ataupun ucapan. aku pikir ini cukup seperti ini tanpa harus ada ikatan. Beberapa waktu tlah berlalu kabar tentang hubungan menjadi pembicaraan antara aku dan teman. mendengar cerita akan pernyataan bahwa ini pacaran, membuat ku gelisah dan takut awalnya. Aku tlah jauh dekat dengannya perlakuanku mengarah kepada lebih dari teman, aku pikir itu bayaran yang pantas untuknya karna dia begitu baik padaku.

Ku coba bertahan akan pengakuan itu berharap cinta menemukan hatiku untuk bertahan. namun keraguan masih bersamaku belum bisa lepaskan pilihanku. Kini aku mencari sesuatu yang jelas tidak buhram, menyangiku karna tindakan bukan ucapan, menjadikanku bahagian hidupnya bukan sekedar obsesi sesaat. karna tidak akan pernah ada ruang untuk menjamu hati yang sekedar singgah,


"sepenggal kisah masa lalu, 
mantan pacar yg masih membuatku sulit melupakan akan kenangan buruknya,
semua telah aku pertimbangkan , bukan aku yang egois mengingat hanya kenangan buruk
namun kenyataan yang indak tidak lah banyak kumiliki dibandingkan yg buruk,

semua kisah telah berlalu, 
meski hati tlah terkoyak olehnya namun aku dan dia masih bisa betegur sapa,
cinta tak pernah bis ditebak, namun kenangan akan selalu hadir apapun bentuknya,

terimakasih untuk kisah yang sempat aku jalani bersamamu,
pertemuan singkat dengan kisah yang panjang,
bahagia sesaat dan kepedihan yang mendalam,

hanya karna kita telah sama dewasa, semua yang sudah terjadi tak perlu dipersoalkan lagi,
karna masa lalu tidak untuk di bawa ke masa depan,
cukup jadi sepenggal kisah masa lalu"


Jumat, 09 Oktober 2015

ketika aku temukan dia pertamakali dalam ketidak sengajaan, kala itu benar menyenangkan. betapa menariknya dia saat itu, kepolosan dan kekanakannya membuatku tertawa. terakhir kali aku bertemu dengannya waktu kembali kan gitar miliknya.

beberapa hari setelah itu aku tidak lagi melihanya duduk di tepian danau itu, sempat terpikir olehku dia sedang sibuk dengan kuliahnya. seminggu berlalu aku tak juga temukan dia. Seseorang pergi menemuiku saat aku tengah asik memainkan melodi pinggir danau itu, dan berkata orang yang aku tunggu dia telah pergi untuk selamanya.

Hari demi hari terus berlalu tinggalkan ku sendirian, 
bulan terus berganti hingga penghujung tahun tak lagi ku jumpai sosok dirinya...

Minggu, 04 Oktober 2015

Bawa kembali ingatanku Teman


Tuhan ijinkan aku menata hidupku kembali, dengan sisa waktu dan kesempatan yang masih engkau pinjamkan untukku, biarkan aku menikmati arti persahabatan tanpa cinta yg menghancurkan keakraban dalam setiap canda tawa.

Aku ingin sekali punya teman, yang beneran nyata ada maksudku teman yang benar tulus bersikap baik padaku, bisa menerima aku dalam kehidupannya bukan teman dengan kepalsuan dan keperluan. Sudah lelah aku sendirian beeteman dengan sepi, bahagia seolah menepi dari hidupku yang mulai kusam. Aku telah memohon pada Tuhan untuk beri aku kesempatan mencari sahabat sebelum aku kehilangan waktu dan benar pergi sendirian.

Satu tahun yang lalau aku bertemu dengan seorang teman dimasa kecil, aku senang saat pertemuan itu dia masih mengenaliku, walau aku melupakannya, mungkin alzeimer mulai menyerang ingatanku perlahan dari ingatan akan teman.
 Saat itu pertemuan tanpa disengaja, sebuah kesengajaan yg berawal dari kecelakaan sebuah sepeda motor yang hampir menabrakku. Entah itu sebuah keberuntungan atau Tuhan masih percayakan  akan waktu aku selamat saat insiden itu. Lelaki berjaket hitam yang menggunakan helm tertutup lengkap dengan maskernya berhasil menahan dengan remnya. 
 Aku takut sekali dia memakiku karna lalai dalam menyebrang  jalan, aku masih sedikit ragu-ragu dan cemas saat melintasi jalan raya, traoma kecelakaan diwaktu kecil slalu membayangiku. Ketika aku sendirian menyebrangi jalanan, aku seperti orang bego’ , aku malu sekali terkesan seperti anak kampung yang baru melihat keramaian jalanan. Singkat cerita orang yang hampir menabrakku ternyata teman kecilku, dia mencoba menepikan motornya dan membuka helm kemudian memanggil namaku, aku hanya terdiam , bingung apa aku harus senyum karna rasa cemasku masih bergejolak dijantung, masih tidak percaya aku masih hidup.

 Dia mencoba turun dari motornya dan menghampiriku, mendekati mencoba memastikan apa aku terluka karnanya. Kemudian dia menarik tanganku, membantuku menyebrangi jalan . ketika sampai di sebrang jalan dia mengulangi pertanyaannya apa aku baik-baik saja. Hampir lima belas menit  aku bersamanya , namun aku masih diam tidak bisa berkata apapun, rasa shock dan ketidak yakinan akan keselamatan membuat ku terpaku.

 Tidak lama setelah itu dia pergi meninggalkanku, aku hanya bisa menatapnya dari jauh, mencoba mengingatnya siap dia, dan kenapa mengenaliku. Aku terus lihat dia sampai menju sebrang jalan dan menaiki motornya, dia memutar arah dan kembali lagi menemuiku. Dia bilang akan menghantarkanku pulang, aku menolak ikut dengannya, lantaran aku tidak kenal siapa dia. Tersenyum sengit dia menatapku dan berkata “ sungguh sombong dirimu, melupakan aku teman” tuturnya. 

Aku terkejut mendengar ucapannya, perlahan aku coba ungkapkan kata demi kata menyusun sebuah kalimat akan pernyataan dari ungkapannya “ maaf, aku tidak sombong , aku benar-benar tidak ingat kamu teman, apa kita pernah bertemu sebelumnya” jawab ku.

 Lalu dia menjawab “ kamu memang tidak benar berubah, selalu cuek tidak heran kamu bisa dengan mudah melupakanku, sepertinya aku harus berkenalan kembali denganmu anggap saja ini pertemuan pertama kita sebagai orang dewasa, bukan anak kecil lagi , aku Odi senang bisa bertemu kembali “

Mendengar namanya aku mulai ingat sedikit walau wajahnya aku masih sulit mengenali “ aku anisa, maaf odi jika aku melupkanmu, aku hanya sedikit pelupa terlebih karna kita sudah lama tidak bertemu”

“ aku tahu kamu anisa, dan masih ingat sekali wajahmu, tidak satupun yang berubah darimu, kamu masih seperti waktu itu” jawab odi.

“maafkan aku odi, aku lupa dan benar-benar lupa, lantaran kamu begitu berubah tinggi dari waktu itu, oya aku harus segera pulang, jika tidak semua orang akan panik mencariku, hari ini aku lupa bawa HP, jadi akan kesulitan bagi mereka mencariku “

“bolehkah aku mengantarmu pulang, ya anggap saja ini sebagai permohonan maaf atas kecelakaan tadi, dan aku juga mau menyambung silahturahmi kita yang terputus, lagian aku juga kangen dengan om dan tante, terlebih adik mu , apa dia sudah tumbuh besar?”

“odi, apa kita dulu teman , maksudku sahabat yang begitu dekat, sepertinya kamu tahu betul tentang keluargaku “

“ hahhaaha, anisa anisa kamu ini kenapa, sepertinya kamu sudah terlalu sombong atau benar-benar pelupa, yasudah mari aku antar pulang, kamu tidak lupakan jalan pulang, bisa sakit perutku ketawa terus melihat kekonyolanmu”.

Aku dan dia pun pulang kerumah, entah apa yang membuatku merasa nyaman didekatnya. Seandainya ingatanku masih utuh, mungkin lebih menyenangkan bertemu dengannya. Sepanjang perjalanan menuju rumah aku masih bertanya-tanya dan mencoba mengingat-ingat akan siapa dirinya kenapa dia kenal aku, dan baik apa aku pernah menjadi temannya.

Dari semua yang aku tuturkan dalam benakku, disetiap perjalanan pulang aku hanya bisa berterimakasih pada Tuhan, aku masih diberi kesempatan bahkan bertemu orang baik yang masih memperdulikanku dan mengingat bahkan menganggapku teman walau aku melupakannya..


Ketika aku menyinggung soal cinta, aku merasa asing dengan bahasan itu jika dicampuri dalam sebuah persahabatan, sepertinya kecintaan hanya menyulitkan komunikasi dan akhirnya hanya menjadi jarak dan perpecahan, biarlah aku nikmati waktu ini dengan sebaiknya tidak usah meminta lebih, karna ini lebih dari cukup. Aku menghargai apa yang Tuhan berikan pada hidupku, kebahagian dan ketulusan dalam sebuah pertemanan.


section 1

masalah hidup tidak pernah habisnya, mungkin kamu jarang sekali melihat saya tersenyum atau bahkan tertawa lepas seperti kebanyakan orang. Dan aku rasa kamu mungkin berpikir seberapa hebatkah masalah ku itu sehingga mampu merenggut senyumannku. Masalahku adalah masalah yang tidak semua orang bisa rasakan, hadapi, karna masalah ku itu terjadi pada perlawanan hati, sikap dan kenyataan hidup yang aku hadapi.

dari dulu aku telah mencoba untuk keluar dari perkara ini, bkannya aku tidak bisa hanya aku terlalu dan selalu menenggang orang lain, padahal aku sadar orang atau seseorang itu tidak sama sekali respek dan ngeh dengan apa yang aku hadapapi demi namanya demi kehormatannya.

di dunia ini aku sangat membenci orang-orang itu, rasa benci ku bahkan tidak bisa aku jelaskan dalam bentuk apapun, karna ini sungguh menjijikkan . orang yang berpura-pura baik dan menjilat . aku selalu dikelilingi oleh orang yang hidup dengan kepura-puraan. bukan maksudku aku tidak hidp dalam kepura-puraan , hanya saja mekanismenya beda, aku hidup berpura dalam hal terlihat baik, kenyataannya tidak perlu aku perlihatkan pada dunia, karna aku tahu aku dikelilingi orang jahat dan iri terhadapku. disamping itu aku juga tak ingin mendapati empati dari mereka.

Aku hampir pada garis finish, jika kelak aku berhasil memutuskan garis itu aku akan teriak dan bilang pada duni aini, "Lihat orang itu, dia sangatlah menjijikan, hidup untuk mencari muka" hanya orang bodoh yang tak berotak yang mengabdikan hidupnya untuk hal pencarian muka, bukankah sejak kita dilahirkan Tuhan kasih kita muka yang amat indah dengan sepasang mata hidung dan mulut serta sepasang telinga, apa semua itu masih kurang, aku ingin tanya pada orang bodoh itu, " kamu, mau letakkan dimana lagi muka itu," 

entahlah rasanya jika aku terusan berdebat dan berkicau pada blog semua mungkin tidak akan mengubahnya, namun hanya pelepasan emosional akan ketidak nyamanan dan adilnya.

selamat buat kamu yang hidupnya terus menyingkarkan orang lain, dan mencari kebaikan dengan menjatuhkan orang lain, ingat mungkin hari ini kamu penguasanya, tapi hidup seperti putaran yang selalu berevolusi , hati-hati jika aku yang sekarang menggantikan posisi mu....

Rabu, 05 Agustus 2015

tentang pencarian teman

Mungkinkah suatu hari nanti aku bisa berguna bagi orang lain,
Saat aku kecil bermimpi menjadi orang hebat, sosok orang yg bisa memberikan senyuman disetiap bibir anak-anak, seseorang yg berikan cerita bahagia dalam hidup anak-anak. Impian punya yayasan yatim piatu, akankah semua itu bisa aku dapati sebelum aku mati?
Takdir Tuhan siapa yg bisa tahu, aku hanya bisa terus berangan, ketertarikanku pada sebuah yayasan yatim piatu dikarnakan aku tidak ingin melihat anak yg hidup sendirian lagi, melihat anak yg menagis sendiri, menghadapi masalahnya, tidak ingin ada lagi anak yg meratapi kesendirian, dan tidak akan ada lagi anak yg merasa sendiri, cukup aku anak terakhir itu.
Sedikit aku bercerita tentang pengalaman masa kecil ku tentan sebuah pertemanan :
Semua berawal dari aku SD, saat itu aku memiliki seorang teman namanya sari, dia cantik dan pintar. Kami saling menyayangi layaknnya seorang sahabat kecil, sayang semua itu tidak berangsung lama, sari selalu mendapati posisi peringkat ketiga dikelas, saat itu aku hanya orang kesepuluh. Sebuah keajaiban aku tiba-tiba naik dan menggantikan posisi sari itulah awal dimana persahabatan kami berakhir sari marah karna aku mengalahkannya, aku sendiri juga tidak tahu kenapa aku bisa. Kita masih berteman hari itu tapi tidak sedekat dulu ibu sari melarang aku menemui anaknya setiap kali aku kerumah mengajak main, ibunya bilang sari lagi belajar, akupun pulang dengan wajah penuh kecewa, segitu marahkah sari hanya karna hal itu. Saat itu aku masih kelas 3 SD, usia makin bertambah dan kita benar-benar jauh tidak sedekat dulu. Awal yg pedih aku kehilangan teman terbaik.

Tahun ajaran baru dimulai, semua anak yg telah dinyatakan lulus dari SD akan melanjuti ketingkat SMP, aku dan sari semula berjanji akan bersekolah bersama, karna semua sudah direncanakan ayah ku dengan ayah sari, aku tlah mengikuti tes penerimaan siswa di SMP Cecang namun aku berubah pikiran dan bilang ke ayah aku ingin madrasah masuk sekolah agama saja, sebenarnya aku hanya tidak ingin bertengkar atau selisih lagi dg sari, biarlah aku mulai semua dari awal lagi dg sekolah yg berbeda, tentunya memulai mencari teman.

di SMP aku benar menjadi anak yg sangat pemaas, dan juga bandel duduk paling pojok dibelakang kerjaan ngobrol tak karuan, sesekali menjaili teman, saat pelajaran bahasa inggir sampai sekarangmasih ku ingat kebodohan yg aku lakukan yg hari itu membuat teman sekelas menertawaiku, cukup simple pelafalan bahasa ingris buah jeruk yg aku sebutin salah, kebetulan saat itu masih berlaku yg namanya kelas unggul aku masuk dalam anggota siswa itu dimana hanya orang orang yg cukup pandai bisa masuk kelas itu, saat itu aku menyebut bahasa inggir buah jeruk dengan "orange' sesuai tulisan inggrisnya, semua orang menertawakanku. dimana kita tahu bahsa inggris tulisan dan bacaanya selalu berbeda.

saat itu aku senang melihat mereka menertawaiku, saat aku melebihi mereka tentunya aku akan mengalami hal kehilangan teman lagi, aku tidak ingin kehilangan teman untuk kedua kalinya. singkat cerita kisah SMP ku tidaklah selalu menyenangkan, ada yg namanya pembulian saat itu masih melalui kata-kata belum seperti sekarang dengan kekerasan, aku di hina dan diejek anak bodoh. aku benar bingung dan ketakutan , jika aku tunjukan kemampuanku aku akan kehilangan teman, jika aku bertahan hati ku sakit mendengar ucapan kasar mereka saat itu aku memiliki 5 orang teman, wiwit,yuli,wati,devy,wawa mereka teman yg sangat pemals dan suka usil, jika tidak mengikuti gaya mereka aku akan kehilangan teman, jika aku menunjukan kemampuanku aku juga tidak akan mendapatkan teman, karna dikelas saat itu semua bersaing menjadi yg terbaik dan saling menjatuhkan.

satu tahun aku dimadrasah aku merasa lelah, mencoba untuk menyakin kan ayah untuk memindahkan ku ke SMP yg ada dikampung, permintaanku dikabulkan dan aku masih berjuang dalam hal mencari teman. bagiku teman itu segalnya aku benar kesepian karna itu aku berambisi mencari teman.

hari pertama aku pindah ke SMP Kampung dalam, semua terlihat kampungan, entah aku yg terlihat aneh, atau mereka yg aneh, aku hanya diam dan tidak bicara sedikitpun. seorang teman menghampiriku dan mengajak kenalan itu orang pertama yg menyambut kehadiranku dikelas, suatu hal bahagia bagiku pertamakalinya seseorang mengajak berteman dg ku, selama ini aku yg selalu mengejar orang utk berteman dg ku.

saat pelajaran berlangsung aku mengikutinya dg baik, dan beruntung peljaran di sekolah lama telah jauh , saat itu ada pelajaran fisika dimana \aku telah menuntskannya di sekolah sebelumnya saat itu ada semacam kuis siapa yg bisa menyelesaikannya kedepan, akupun maju tanpa ragu, disini aku temukan diriku yg tidak takut lagi, alhasil jawaban ku benar, saat itu teman ku mulai banyak hanya saja aku merasa aneh dan rsa yg beda tidak aku temukan ketulusan berteman, tadi paginya aku hanya disapa seorang teman kenapa mereka berubah begitu baik padaku, apa semua karna mereka mencari keuntungan
aku menyadari hal itu, namun aku mencoba menepisnya karna aku memang menginkan teman.

tidak lama sesudah itu aku masuk usia SMA aku sekolah disalah satu smk negeri, kini cukup berbeda dari sebelumnya, aku tidak lagi berharap akan pencarian teman, kini aku benar menjadi aneh, hanya diam, cuek, dan merasa aku tidak membutuhkan mereka lantaran, tidak aku temukan teman yg tulus itu, mereka baik karna ada yg dia harapkan, sebuah keuntungan, 3 tahun aku menjadi anak yg sangat pendiam, tidak peduli dg siapapun, namun mereka selalu baik. kepercayaanku terhadap teman sudah hilang, mereka baik semua itu tidak tulus.

kini aku tidak peduli apa orang-orang menyukaiku, tulus berteman dg ku atau tidak, bagiku semua tidak masalah lagi, aku tidak tertarik tentang perkara teman, hidup masih banyak yg lebih rumit, cukup menjadi orang baik dan tidak melukai orang lain suatu hari nanti akan ada teman yg benar mengakui aku temannya, dan tidak meninggalkanku lagi.


Senin, 13 Juli 2015

Mengapa harus terjadi dihidupku

Setiap manusia punya masalah, saat dia mulai beranjak dewasa level masalah yg dihadapinya pun berbeda-beda, masalah tidak akan pernah berhenti mengikuti manusia, ketika ia telah selesai dengan tingkat masalah pertamanya, akan ada lagi berikutnya bermacam masalah yg menghampiri hidupnya.

 Kini aku berada pada sebuah masalah pekerjaan dimana aku terjebak diantara orang berkuasa, diantara orang baik namun menikam, diantara orang-orang baik tapi benar baik, diantara tipu muslihat orang-orang besar , sudah lama aku bersembunyi di pojok tumpuan masalah yg selalu aku tutupi, 

dari orang-orang besar, dari mereka yg terlihat baik. Seandainya waktu itu aku memiliki keberanian untuk katakan, seandainya waktu itu aku memiliki kemampuan bicara, sekarang tidak ada lagi istilah pengandaian dalam hidup, aku sudah terjebak, mengapa aku harus melewati tahap ini untuk menuju kehidupan yg lebih baik, mengapa harus aku, kenapa bukan mereka, aku ketakutan setiak saat aku selalu memikirkan apa yg akan hari esok katakan untukku, aku mencoba menutup mata saat matahari itu mulai menampakkan keelokan senyumannya, jantungku berdebar setiap kali membuat laporan, apa yg harus aku lakukan dengan stock bayangan ini, semakin hari ada aja selisihnya. Bukanya aku tidak pernah bicara akan kelalaian ini, aku sudah bicara dan dia mengatakan nanti kita selesaikan, ketika dia ada waktu senggang aku mulai menanyakan perihal ini, namun jawaban yg sama aku terima.

Aku mulai jera, dan tidak pernah lagi menanyakan, selisih itu aku abaikan, hingga suatu waktu dia bertambah diluar dugaanku, kepala ku semakin sakit memikirkan bagaimna cara menggantinya, sementara bukan aku pelakunya, stok itu hilang, siapa yg akan disalahkan kalau bukan adminya, hari itu aku bertugas sebagai admin gudang, finance,pelaporan,sistem, aku melahap semua porsi yg sejujurnya ingin aku muntahkan, saat itu aku masih remaja tahap dewasa pekerjaan apapun yg mereka berikan aku menerimanya dengan senang hati, lantaran rasa ingin tahu ku sangat tinggi, disamping itu kelalaian, kecerobohan telah menanti untuk menjadi risiko.

Kini semua telah terjadi aku hidup didalam gelembung getah orang-orang besar, aku lapar dan menghisap gelembung itu, badan ku semakin kurus wajah ku mulai menua, mereka memakan buah yg lezat aku hanya menyicipi getah itu, bahkan aku tidak tahu cara untuk melepaskannya. Aku takut waktu itu telah tiba, masalah ini harus aku sudahi, satu-satunya cara mengatakan yg sebenarnya, walau semua sudah terlambat. Aku siap bila harus dibenci, itu pantas untukku karna aku telah berbohong, diam selama ini dg waktu yg lama, tidak pernah mengatakan kebenarannya itu salahku, ini kesalahan yg besar.

Sudah terlambat untuk menyesalinya, kini yg ada dibenakku bagaimana semua ini bisa tergantikan, tapi bukan aku yg mengganti tapi orang-orang yg terlibat disana, hanya saja aku tidak mengetahui siapa orang itu. Akulah penanggung jawab nya.

Suatu ketika aku konsultasi kepada atasan, aku bersyukur dia bisa memahami dan mengenali pribadi ku, dia masih mempercayaiku lantaran begitu banyak kesalahanku. Kini dia sibuk mencarikan solusi bicara kepada HO, namun aku tidak bisa tenang, karna aku takut HO marah padaku. Seseorang dikantor mencoba menenangkanku, dia bilang ini bukan sepenuhnya kesalahan kamu, tapi ini salah kita semua terlalu lalai dan mengabaikan. Aku berharapa HO memahami keadaanku dan tidak marah besar. Aku janji akan berhenti jika semuanya selesai, tapi mereka menahanku, dan berkata ini pelajaran dunia kerja put, kenapa gara-gara ini berhenti. Alasan ku berhenti karna porsi yang aku makan melebihi batasku, aku masih terlalu muda untuk mengatasi hal ini.

Sekarang aku tidak tahu bagaimana cara menikmati senyuman, aku menjadi lebih menyendiri, aku takut berhadapan dg orang-orang, terlebih keluargaku, takut bila nanti dia bertanya bagaimana dengan kerjaanku, aku tidak bisa menutupi apa yg terjadi di dalam hidupku, karna itu aku memilih untuk diam menyendiri dikamar.

Ingin aku memohon pada Tuhan beri aku waktu seminit untuk melupakan perkara ini, namun aku tak bisa menghapusnya, menangispun aku sudah tidak tahu lagi caranya apalagi untuk tersenyum. Kenapa orang yg benar berbuat melakukan kesalahan dia masih bisa bertahan, bahkan pangkatnya semakin naik, dia memiliki banyak teman, dan hidupnya damai. Apa dia benar-benar bahagia, walaupun semua itu hanya sandiwara tetapi dia mampu bersandiwara sebaik itu. Aku masih pusing dengan masalahku. Walaupun mereka telah berjanji akan melindunmgiku, dan aku disuruh untuk fokus saja adengan kerjaan ku, diantara semua do’a yg selalu aku pinta Tuhan memberikanku dan melindungiku dg orang-orang baik yg disekitarku .

Terkadang ini terasa aneh, entah aku stress dengan masalah ini, aku selalu berpikir ini mimpi mimpi selalu aku katakan begitu, batin ku masih belum siap menerima ini kenyataan yg sedang aku hadapi sekarang.
Saat seperti ini, aku menyadari masalah itu Cuma diri kita sendiri dan orang yg berada dekat dg masalah itulah yg mampu memahami, dan mengerti akan situasi kita. Bukan keluarga, bukan teman. Seandainya ijin kan aku untuk berharap sekali lagi, Tuhan mohon bantu aku keluar dan selesai masalah ini, aku ingin hidup normal aku ingin memulai semua dari awal lagi. Aku tlah rindu dg canda tawa, rindu dg diriku yg dulu ceria, aku yg dulu humoris, bukan aku yg sekarang, begitu tertutup dan pendiam.

Sejujurnya banyak rencana masa depan yg ingin aku raih, namun ambisi itu sudah mati, kini aku hanya ingin masalah ini usai dan berakhir baik setelah itu, aku pergi istirahat tenang, bukan dirumah, bukan dikantor, tapi peristirahatan yg terakhir. Entah ini perasaan ketika beban yg mengeluti pikiran, tapi aku rasa ini benar akan terjadi, aku sudah tidak memiliki semangat untuk hidup, rasa gambaran bertahan hidup lebih lama samar dan bahkan nihil. Aku sudah tidak berminat lagi meraih impian, menjadi orang hebat, aku ingin cepat menghadap Tuhan, menerima hukuman dari perbuatan yg aku lakukan semasa hidup, aku sudah lelah hidup didunia yg sesat ini, dunia yg penuh topeng, aku inginlebih cepat menuju kehidupan nyata itu.

Aku bicara begini bukan lantaran ditimpa masalah, aku rasa semua orang punya masalah, yg menurut mereka sendiri dia lebih memiliki masalah yg berat, aku sudah lama ingin pergi menghadap Tuhan, hanya saja Tuhan mengabulkan doa orang0orang yg masih berharap aku hidup, aku sudah memiliki tujuan hidup, pikiranku tertuju bagaimana aku bisa selesaikan masalah ini dan perlahan Tuhan memintaku pulang.

Aku bahkan belum selesai dengan tulisanku, aku memang bukan penulis atau penyair, aku hanya seorang yg tidak pandai bicara, siapun yg tanpa sengaja membaca dan memahami permasalahnku bisa mengerti.

 Satu hal yg ingin aku katakan “ saat kamu terjebak dalam masalah yg berat, saat kamu ketakutan akan masalah mu, cobalah belajar berkata untuk mengungkapkan pada orang yg ada disekitarmu, orang yg paham betul akan permaslahnmu, jangan seperti aku diam dan selalu diam, pada akhirnya masalah itu akan berkembang, dan kamu tersiksa, mulai sekarang belajarlah bicara , belajar untuk berani katakan yg sebenarnya, jangan pernah takut akan hilangnya pekerjaan, saat kamu berkata jujur, jangan takut kepada siapapun jika itu benar, dan jangan pernah berlagak kuat disaaat kamu sakit, saat itu mereka yg berpura baik akan mencoba mencari kelemahanmu, menelantarkanmu pada masalah itu, dan mereka akan bersenang sementara kamu terus berpikir. Jika kamu pribadi yg introver berusahalah untuk menjadi pribadi extrover untuk urusan kerjaan yg bersifat terbuka, aku tidak ingin orang diluar sana menderita seperti ku, cukup aku percobaannya.

Seandainya Ayah ibuku bisa membaca tulisanku, saat aku sudah tidak lagi sempat bercerita aku harap dia memahami keadaan ku saat itu, aku hanya mencoba terlihat dewasa ketika punya masalah, tidak mengadu dan menangis lagi.



Selasa, 30 Juni 2015

aku sendirian menghadapi ini, sementara banyak orang yg mengalami problem lebih rumit dibandingkanku diluar sana mampu meredamnya. rasanya sungguh mengecewakan disaat aku benar tidak tahu lagi harus mengadu kesiapa, teman, sahabat, mereka gak ngerti tentang ini. 

aku hanya bisa terus ungkapkan pada blog, bercerita sendiri dan berkhayal yg rasanya aku sendiri ragu itu akan jadi kenyataan. disisi lain entah itu hanya sekedar menyenangkan hati, aku merasa jika aku katakan pasti ada jalan, dan jalan itu sendiri aku mengetahuinya bahkan sangat mudah rasanya ketika aku membayangkan semua itu aku katakan dg jujur, 

. Malam ini akan aku kumpulkan keberanian itu untuk ungkapkan semua yg terjadi, ya Allah selalu lindungi aku dalam perkara yg buat aku merasa takut sendirian, aku janji akan mengahiri ini dalam akhir waktu ini. dan memulai awal baru saat aku masih disana, ditempat yg pernah buat aku tertawa dan benar nyata aku tertawa karna bahagia yg lepas beban yg tak ada lagi. setelah semua usai akan aku bagi cerita pahit ini kesiapapun yg aku rasa mereka pernah mengalami masa sulit seperti ku, 

tidak mampu bicara, hanya bisa diam dg tulisan , untuk ortang-orang diluar sana , kalian yg memiliki problem, dan pribadi introver, tidak bisa bicara bahkan kekeluarga sekalipun tidak bisa mengutarakannya, dan yakinlah kamu orang paling kuat yg mampu menyelesaikan permasalahan hidup sendirian, ingatlah bahwa kita masih punya Tuhan, jangan sekalipun ikut sertakan manusia atau seseorang untuk menyelesaikannya, kita tidak bisa yakin dan percaya orang bisa memahami rasa sakit itu.

aku hanya bisa terus menuliskan setiap hal yg tidak bisa aku lakukan, dg begitu aku merasa lega..
aku bukanlah pecundang, yg hanya berani melalui tulisan , tapi aku pemberani yg tau bagaimana caranya muncul dipermukaan, insya allah semua segera berakhir... sedikit lagi aku hampir sampai

sedikit lagi aku mulai katakan

aku tidak tahu bagaimana carnya mengungkapkan kebenaran itu, setiap malam aku selalu berlati, cara untuk bicara dan katakan yg sebenarnya, gambaran solusi dari permasalahan mulai tampak jelas dan terang hanya saja aku terkendala dibagian bagaimana cara aku bicara. Keberanian sudah kumiliki walau tidah sepenuhnya, dan aku masih takut resiko apa yg akan terjadi, ketika aku mencoba mengatakannya selalu saja ada seseorang disekitarnya, bagaimana ini, ya Allah bantu aku utnuk bicara, apa aku boleh mengungkapkan melalui telpon saja, rasa tidak sopan jika aku bicara disana tapi setiap kali bertemu slalu saja ada seseorang disekitarnya.

Rabu, 17 Juni 2015

"terlalu lemah jika terus memperdebatkan soal cinta di Hidup ini, karna kenyataan hidup lebih menantang dan rumit bahkan untuk mencapai titik kesuksesan itu harus mengabaikan cinta. Persaingan, perselisihan banyak hal yg harus di tempuh untuk bisa sampai pada puncak kesuksesan. Sebagian orang mungkin masih bahkan sangat mengatasnamakan cinta untuk kebahagian yg diharap bisa diraih bersama kekasihnya, namun ada juga yg tidak memperdulikan cinta dia hanya sibuk dg ambisi untuk massa depannya"

mungkin ini hanya beberapa nasehat yg bisa aku tuliskan, setidaknya kamu bisa lebih baik dari sekarang.



Senin, 01 Juni 2015

semua perlahan akan hilang

bila waktu tak bisa berhenti, dan bila aku terjatuh , menangis dan tak bisa bicara ungkapkan rasa sedihku, ku harap kamu mengerti dan tidak memaksa aku untuk ungkapkan rasa sakit ku, semua hal yang aku lalui ini sangat sulit untuk bisa aku ucapkan secara lisan,

 biarkanlah aku menangisi setiap jalan hidupku yang tidak kamu mengerti dan ketahui sebabnya. Bagiku saat kamu ada ketika aku benar-benar tak sanggup lagi hadapi ini, berada disisiku temani aku menangisi semua yg terjadi, itu lebih buat aku membaik walau hanya sementara waktu.

Jangan pernah ada keinginan untuk mencampuri urusanku, dan berusaha membantu dan menemaniku, karna aku tidak menyukai kamu ikut dalam nya, biarlah aku lewati ini sendirian, untuk semua sikap baikmu padaku lakukanlah dengan tulus tanpa ada rasa paksaan. bila kamu benar menyukaiku dukunglah setiap tindakanku

, walau berat hatimu membiarkan aku sendirian hadapinya. Aku mohon jangan terlalu memperdulikanku, menyangiku, karna aku tidaklah abadi, jika suatu hari nanti aku tak ada waktu lagi bisa menghabiskan hari sempit ini denganmu, kamu pasti akan kecewa dan marah padaku. kita tidak pernah tahu siapa yang akan lebih dulu pergi dari hidup ini,.

 Aku berharap kamu menjadi bahagian dari hidupku, tapi aku tidak tahu sampai kapan aku bertahan, 
semoga hal tentang bahagia itu benar adanya,..
dan aku berharap bertemu dengan itu,..

terimakasih Tuhan untuk hari ini aku bisa lewatinnya,
ingatkan aku selalu padaMu Tuhan,

Menjadi orang tua

Maa, kini tidur ku tak lagi nyenyak seperti dulu. Maa, kini ku sering terjaga di sepanjang malam ku. Maa, kini ku rasakan kepani...