Senin, 08 Desember 2014


Tak ada seorangpun yang mencemaskanku, seolah aku tidaklah begitu berarti.
Ketika aku telat pulang, tak satupun yang menanyakan dimana keberadaanku,
Sesekali aku juga ingin dikuatirkan,
Mengapa tidak ada satupun yang begitu peduli
Mereka tidak pernah tahu bahaya apa yang akan terjadi diuar sana
Beberapakali aku pulang sendirian
Begitu banyak peristiwa dijalanan yang hampir mencelakaiku
Hanya saja Tuhan masih melindungiku
Mereka tidak pernah tahu dingiinya malam,
Mereka tidak pernah tahu rasanya berada didalam hujan
Apa mereka pikir aku ini perempuan kuat
Mampu menghadapi semua sendirian
aku minta maaf aku tidak bermaksud menyalahkan ayah dan ibu
dari dulu aku ingin mengeluh tentang hal ini
hanya saja kita jarang bertemu
dan ketika ada waktu untuk bicara keberanian mengungkapkan yang hilang
rasa takut untuk dimarahi, diceramahi
dan akhirnya aku memilih untuk bertahan dalam diam
dalam tidur aku berharap bisa pergi
jauh dan takkan pernah bertemu lagi
dengan hari hari, dengan orang-orang,
dan meninggalkan tubuh yang kaku sebagai sebuah pembuktian
aku telah pergi jauh,



Minggu, 07 Desember 2014

Perjalanan Seorang scret Admirer

sebagai cara memanfaatkan waktu yang terbuang percuma karna insomnia, kali ini aku akan menceritakan kisah dimana aku mulai mengenal rasa kekaguman sampai akhirnya menjadi pengagum rahasia (SCRET ADMIRER)

Pertamakali aku mengenal rasa kagum itu ketika dibangku SMK , aku mengangumi sesorang yang memiliki kepribadian yang sangat cuek namun tidak sombong hanya saja tidak terlalu banyak bicara, aku menyukainya . rasa kekaguman ini cukup lama bertahan sampai menumbuhkan rasa kagum yang berlebihan, mereka bilang itu bukanlagi rasa kagum biasa tapi aku telah menyukainya. hanya saja rasa kekaguman ini begitu menyiksa sampai kehulu hati#maafsedikitlebay. bertahun bertahan sebagai scret admirer dan lalu moveon...

dan kini aku kembali menjadi scret admirer seseorang,
semua berawal ketika pertamakali aku melihatnya, seseorang ini begitu menarik rasa ingin tahuku. hanya saja kesempatan tidak mengizinkan , karna aku begitu sibuk dengan kegiatanku sehingga sempat terabaikan rasa keingintahuan yang terlalu berlebihan. 

Namun semua hal itu tidak pernah lepas, setiapkali ada kesempatan mencuri celah aku memerhatikan,
mulai dari caranya memperlakukan orang sekitarnya, sikap cueknya, dan cara bicaranya, pernah suatu ketika aku bertanya padanya tentang menanyakan seorang teman dia menjawab dengan nada ketus, menyebalkan rasanya pengen mencakar-cakar mukanya, beraninya dia mengacuhkanku padahal aku hanya bertanya bahkan dengan nada sopan!!!
.
sejak hal itu aku tidak pernah lagi bertanya, setiap ketemu cuma diam,. ini benar-benar sulit. tapi jika aku perhatikan sikap itu hanya diperlakukan untuk ku, kepada orang-orang dia begitu manis. aku jadi merasa apa yang salah dengan caraku.

waktupun berlalu, ntah darimana semua bermula aku dan dia menjadi sering bermain bersama tapi tidak pernah tegur sapa, benar-benar orang yang mampu membuatku geram sekaligus tingkat penasaran menjadi-jadi, akhirnya komunikasipun dimulai. moment yang paling aku tunggu-tunggu..
dari sebuah komunikasi membuatku menjadi terobsesi, jadilah scret admirer....
namun kali ini berbeda dari pengalaman menyandang scret admirer dijaman SMK, dulu cuma bisa perhatikan dari jauh, bahkan sembunyi-sembunyi hanya untuk melihat, mendengar suaranya saja sangat susah. butuh perjuangan . tapi tidak untuk yang ini...
aku tidak perlu melihat dari jauh, cukup dengan jarak terdekat bahkan tutup matapun aku bisa menebak suara nya, 

dan kisah tentang sebuah kekaguman terpaksa aku pending, terlalu sering bercerita nanti aku akan terjebak dg tulisan, yg tidak sepantasnya diceritakan tanpa sadar tersampaikan, lebih baik tidur ,tidur,tidur biarkan waktu yang menyelesaikan ceritanya,..

AWAL KISAH

semua berawal dari aku duduk dibangku sekolah dasar, masa dimana aku mencari teman . Namun semua sia-sia di jaman SD dulu mereka suka pilih-pilih teman , dan akhirnya aku sendirian. Aku selalu mencari cara untuk mendapatkan posisi sebagai seseorang yang diakui , waktu itu prinsip pertemanan melihat siapa yang pintar dan jago dikelas. Aku tekatkan untuk bisa masuk kekategori pertemanan mereka, akhirnya aku lolos mereka memasukanku ke anggota kelompok pertemanannya. Namun semua itu tidak bertahan lama karna kehadiranku diterima bukan karna ketulusan tapi hanya sebagi unsur pemanfaatan buat mereka. Akhirnya aku memutuskan untuk sendiri . 

Dirumah aku pikir akan memiliki teman untuk bermain ternyata adikku juga tak menginginkanku . Dia bilang  perempuan harus bermain bersama perempuan bukan dengan anak laki-laki. mendengar hal itu membuatku geram dan melempari adikku dengan mainan mobilan. setelah aku merasa puas melampiaskan kemarahan akuu lari ketakutan , takut dimarahi oleh ayah. Ayahku sangat keras jika melihat kami bertengkar dia hanya bisa main tangan tidak peduli siapa yang salah tetap menghukum kami. Dan kebetulan hari itu ayah tidak dirumah aku bebas lari, sejak peristiwa itu aku selalu mencari cara untuk melampiaskan rasa kesepian . bermain dibelakang rumah, bermain dengan imajinasi dan ketika aku lelah dan ketakutan bersembunyi dibawah tempat tidur. 

waktu terus berganti dan aku mulai masuk Sekolah menengah pertama, keinginan mencari teman masih terpikirkan olehku, namun kali ini cara ku berbeda aku bergabung dengan sekelompok anak pemalas dan nakal tidak perlu menunggu lama aku diterima dianggota mereka. setiap kali guru yang masuk aku dan teman-temanku selalu mencari keributan semuaa itu kami lakukan hanya untuk diingat, lebih tepatnya diakui keberadaan dan dikenal meski caranya salah. namun semua itu berakhir dalam waktu satu semester karna orang tua ku memindahkanku kekampung. lagi-lagi aku kehilangan teman-teman.

Menjadi anak baru sangat tidak mengenakan, apalagi aku dipindahkan dikampung yang sangat sepi dan jauh dari keramaian. hari pertama sekolah aku hanya diam dikelas tiba-tiba seseorang mengajakku berkenalan dan menawarkan sebuah pertemanan, aku kaget dan merasa aneh. Karna selama ini aku selalu mencari teman tapi harus memiliki syarat kini seseornag menawarkan pertemanan secara cuma-cuma. entahlah aku hanya bisa tersenyum . singkat cerita lagi-lagi aku harus kehilngan teman karna waktu itu ada pertukaran kelas sebuah pembagian kelas-kelas unggul, aku terpisah dengan teman ini dan bergabung dengan teman baru . Dikelasku yang baru ternyata sama persis dengan teman-teman diwaktu SD . isinya orang-orang pintar, banyak gaya dan munafik ,semua orang berteman berkelompok, lagi-lagi aku memutuskan untuk memilih sendiri.

Akhirnya waktupun berlalu lanjut cerita ditingkat Sekolah menengah atas. Kali ini aku tidak memiliki keinginan untuk mencari teman, tapi aku memberikan cara baru untuk bisa dikenal tanpa harus mengejar teman, aku bergabung dalam sebuah organisasi dan mendapatkan posisi yang cukup penting ehehe akhirnya langkahku sedikit mulus. Sejak hal itu aku lebih sering berbaur dengan beberapa orang dan akhirnya keberadaanku mulai diakui. Namun semua tidak terlepas dari kebiasaanku yang sudah terbiasa untuk sendiri. 
bedanya meski sikapku begini selalu menyendiri mereka tidak pernah menjauhiku dan selalu mengajaku kemana mereka pergi, sepertinya inilah beda pola pokir anak-anak ke tahap remaja. Mereka memaklumi sikapku dan ketertutupanku .

Kita tidak pernah bisa menahan waktu karna waktu selalu berusaha merebut setiap kesempatan indah yang terjadi dalam hidup, seperti sekarang...
dibangku perkuliahan, 
pertamakali aku kuliah ada rasa takut, ketakutan persis seperti diwaktu SD dulu. mereka akan berteman lagi perkelompok. dan aku berpikir sepertinya aku akan berteman dengan kesendirian, tapi rasanya cukup sulit karna ini tahap dewasa, dimana kita mulai dipaksa untuk berbaur dengan orang-orang baru.
hari pertama kuliah aku sendirian, minggu berikutnya aku menemukan teman , ya satu orang dan itu teman yang benar-benar menyenangkan sampai sekarang kita berteman. lalu seorang teman lama mulai bergabung dan aku memiliki dua orang teman . pada akhirnya pertemanan ini seperti sebuah kelompok dimana selalu bertiga sampai akhirnya seseorang bilang 3 angel. aku putuskan untuk mencar dan kumpul dengan mereka ketika benar-benar rindu keseruan bersama , akhirnya aku memiliki beberapa teman bukan hanya dua tapi banyak. 

Dan kini begitu banyak kisah yang aku lalui , konflik,kekaguman,dan dilema :D
sekarang aku sedang berusaha untuk keluar dari kebiasan yang membuatku terbiasa
yaitu menyendiri dan diam, 
Mampukah aku keluar dari kebiasan ini
aku harap seseorang bisa menerima dan mengajariku dengan caranya...
 

Sabtu, 06 Desember 2014

mereka hanya bisa menilai setiap apa yang aku lakukan,
mereka tidak pernah ingin tahu tentang apa yang terjadi
ketika aku melarikan diri mencari ketenangan
apa mereka begitu ingin peduli tentang tujuanku
dan kini aku memilih untuk menangis apa itu juga salah
terserah apa pikir mereka tentangku,
yang jelas aku hanya tak ingin melibatkan orang dalam hal ini
jika menjauhiku karna sikap ini
itu hak mereka , aku hanya tak ingin merepotkan
aku yakin pasti bisa cukup kalian tahu senyumku
dan cukup dengar tawaku,
tapi tidak untuk mendengar isak tangisku dan melihat air mataku
maaf

Menangis sebuah pelarian

Ketika aku lelah aku Menangis
Ketika Bosan aku menangis
Ketika banyak masalah aku menangis
Ketika apa yang aku inginkan tidak aku dapatkan aku Menangis
semua itu aku lakukan hanya untuk sebuah kepuasan diri
setiap kali mereka menawarkan untuk berceritalah
aku akan bilang kapan-kapan saja
karna percuma mereka tidak akan mampu mendengarkan
dan aku tidak tau harus memulai darimana
biarkan ku menangis sendirian
biarkan ku terluka sendirian
karna teman hanya untuk tertawa
bukan dibawa dalam kesedihan.
menangis caraku untuk lari dari apa yang buat aku merasa lelah,bosan,sedih,dan kesepian

Kamis, 04 Desember 2014

Kebetulan yg tak mengenakan

ntah ini hanya sebuah kebetulan atau sudah dirancanakan Tuhan. Sore tadi aku hanya ingin mencari tanaman bunga mawar dipasar, ternyata bunganya sudah pada layu dan yang jenis mawar juga tidak ada. lalu aku memutuskan untuk duduk ditaman dekat pasar, rasa haus membuatku untuk memutar balik sihijau kearah tukang jual es teller durian. dengan kecepatan lumayan kencang akupun sampai ditempat tukang es, pasang wajah sesimpel mungkin diam dan cuek ngebut sambil ngrem dadakan.

 Tukang es hanya bisa diam liatin aku datang dengan gaya slengehan. spontan saja aku memesan tanpa harus milih-milih menunya . baru beberapa detik aku disana mataku resah bawaannya pengen  liatin setiap sudut yang ada ditempat itu hingga akhirnya mata ini berhenti pada satu titik. Titik dimana aku melihat sesok makhluk yang pernah singgah dihati ini .. ehe ya itu dia sang mantan lagi duduk sambil mesan es juga. langsung saja aku menyapanya dengan senyuman manis yang sudah lama terpendam ehee, setidaknya aku menghargai dia sebagai orang yang lebih tua.

Diapun mulai mengajak bicara seputar film yang baru-baru ini bakalan keluar, meskipun semua sudah berakhir setidaknya kami masih berteman walau tidak seakrab dulu. sekarang dia keliatan kurus dan tak terawat mungkin karna kelelahan atau bisa jadi ga ada yang meratiin dan ngurusin dia sebaik yang pernah aku lakuin . ah peduli apa aku dengan dia toh bukan milik aku lagi untuk apa diurusin. lama menunggu akhirnya es duriannya siap juga, aku langsung pergi ninggalin dia.

sebenernya aku ingin bicara tentang akhir kisah yang masih tertinggal, tapi sepertinya dia sudah tidak memperdulikan hal itu buat apa aku harus mengurusi perkara lama jika dia mengabaikan kenapa aku harus memikirkan.Dulu aku kenal dia juga berawal dari kebetulan yang selalu saja mempertemukan dan ketika semua telah berakhir kita juga masih dipertemukan dengan sesuatu yang disebut sebuah kebetulan. wajar menurut aku ketemu dia hari ini karna kita ketemu ditukang es durian dia menyukai durian dan satu-satunya tukang es durian dipasar cuma itu. abaikan saja mungkin ini hanya sebuah kebetulan yang mencoba menguji keyakinan hati.

dan akhirnya aku menemukan rasa dimana aku merasa biasa saja ketika bertemu dengannya, yah seperti seorang teman yang sudah lama tidak bertemu. secepat itukah aku melupakannya, kenapa tidak!!!, bukankah dialah yang mengajariku melupakan.  terkadang merasa malu sendirian mengenang kisah dimana aku begitu terobsesi dengannya sampai menangis hanya karna seorang lelaki, moment yang paling menjijikan itu ketika aku ngemis minta maaf kedia hanya perkara sepele yang sebenarnya letak kesalahan itu ga sepenuhnya aku, tapi karna sebuah kata cinta membuatku lemah dan selalu mengalah sampai akhirnya aku mulai jenuh dan sadar bahwa selama ini aku hanya mengejar cinta tapi objek yang dicintai sudah mulai menjauhiku.

 namun semua kisah yang pernah aku lalui tidak akan aku sesali ini hanyalah sebahagian kisah dunia yang tak seharusnya diperdulikan tapi dari semua hal ini membuatku untuk lebih selektif dalam hal urusan hati, tak ingin terlalu terobsesi dengan cinta dan aku harus memastikan siapa objek itu dan apakah dia benar memiliki misi yang sama dengan ku, jika tidak aku harus mampu mengendalikan diri ini sehingga tidak akan pernah terjadi lagi kisah menyebalkan dan senorak ini.

Rabu, 03 Desember 2014

aku marah ketika seseorang bilang kalau aku "pendiam"
dia belum mengenaliku tapi sudah berani menilaiku, menurut ku wajar aku diam karna dia orang baru.
setiap kali aku ganti PM atau DP dia slalu ngomen . ga pernah aku respont cuma di delay dan di read seminggunya lagi, kesal aja dengan orang yang kepoin aku. 
dan sebenarnya aku anaknya cerewet tapi ya pada tempatnya dan sesuai topik pembicaraannya,
bukan banyak omong dan ngelantur ga jelas, istilahnya bicara seperlunya aja. dan aku tegasin aku bukan orang pendiam.!!! 
dan yang lebih menyebalkan dia bilang aku sosok yang bikin penasaran,
penting gituh aku peduliin rasa penasaraan dia!!!
yang ada aku semakin risih liat sikap orang yang gini.
aku hanya mau ngerespont orang yang menurut aku pantas buat direspont bukannya pilih-pilih tapi aku hanya ga suka buang buang waktu dengan obrolan yang ga jelas . kalau dibilang aku orangnya pembawaannya serius aja, itu salah!! justru aku suka becandaan dan humoris. seharusnya menilai seseorang itu bukan dari sikap luarnya aja, tapi dekati dia disitu kamu akan ketemu sisi positif nya, bukan nilai dari apa yang terlihat!!!! 

Senin, 01 Desember 2014

ketika semua impian tak lagi berpihak padamu,
dan ketika harapan itu telah mati, kamu merasa kecewa dan terluka. 
berusaha untuk bangkit dari rasa sakit, yang masih belum sepenuhya memulih.
mencoba bersikap tegar dan terlihat baik dihadapan semua orang.
kamu kembali bersedih dan teringat akan masa dimana kamu merasa paling bahagia dan bisa tertawa lepas,

saat itulah kamu mengingat mantan kekasih yang pernah janjikan kebahagian dan impian bersamamu, hal terberat bahkan pilihan yang paling meyakitkan meninggalkannya dan melepaskannya untuk orang lain, tapi semua hal itu dapat dengan mudah kamu lakukan,

maksudku tidak terlalu mudah, aku mengerti dan paham tentang perasaanmu, namun jika kamu benar yakin untuk mengambil keputusan bahwasannya harus meninggalkan dia, cobalah mengingat hal-hal kecil yang menyakitkan yang mana selama ini kamu selalu menganggap itu bukanlah hal penting, padahal kamu tau itu menyakiti tapi kamu selalu berusah untuk mengerti dan memaafkan,

sekarang kumpulkan kembali hal kecil apa yang pernah dia lakukan dan sebenernya kamu tidak suka itu, lalu bandingkan dengan kebahagian apa yang pernah kamu terima, apakah dia lebih cenderung membuatmu bahagia atau kecewa, saat itulah hanya kamu yang mampu mengetahuinya, semoga berhasil untuk mengambil keputusannya ya :)

Akhirnya aku sampai pada batasnya,
Batas dimana Aku telah lelah bersandiwara
Aku ingin hidup apa adanya
Blak-blakan dan tak ada yang disembunyikan
Kini aku mulai resah
Resah  yang sangat menggelisahkan
Belakangan ini aku selalu kacau
Kerjaan berantakan kuliah mulai malas
Seakan yang aku lakukan itu percuma
Karna semua sudah ada dalam sandiwara
Yang aku butuhkan sekarang hanyalah memohon untuk bisa tidur
Tertidur dengan waktu yang cukup lama




Sabtu, 29 November 2014

HILANG

jika aku tiba-tiba hilang tanpa kabar abaikan saja
selalulah berpikir positif bahwa aku baik-baik saja
dan jika kamu benar-benar ingin tahu
berpura-puralah untuk tidak ingin tahu
aku menghilang mencari kebahagian
kebahagian sesaat
setelah aku merasa puas aku akan pulang
seperti biasa aku akan menunggu matahari tenggelam
jagalah dirimu jangan hiraukan aku
pastikan kamu merasa bahagia 
sebelum kamu merasa kehilangan
aku tidak akan membiarkan kamu bersedih
jika kamu bersedih aku akan kesulitan mencari kebahagianku
aku percayakan semua pada mereka
menjagamu dan memperhatikanmu setiap waktu
jaga kesehatanmu jangan sakit
aku pergi hanya sebentar
tapi kekhwatiran ku begitu besar
tidak tidak aku harus fokus
tentang tujuanku
menghilang untuk, hari ini
selamat tinggal....

MENGASINGKAN DIRI

merasa asing berada diantara mereka, ntah siapa yang memulai tapi ini bukan salah mereka akulah yang membuat diriku merasa asing, tubuhku memang disini tapi tidak untuk pikiran..jika aku tetap bertahan dalam diam aku takut mereka tersinggung melihat sikapku yang tertutup. Lalu apa yang harus aku lakukan ikut berbicara hal yang tak jelas lalu membuat lelucoan, bukan sifatku aku hanya berbicara seperlunya dan tertawa ketika itu memang lucu.
sejujurnya banyak hal yang berdebat dipikiranku hari ini,karna hal itu aku memilih mengikuti mereka, bukan maksduku menjadikan mereka pelarian tapi lebih tepatnya mencari ketenangan.

mencari ketenangan dari setiap kegelisahan yang selalu menguntit kemana aku pergi, jika aku selalu murung sendirian itu membuatku ketakutan , membuatku beralusinasi terlalu jauh dan akhirnya aku pusing berdebat dengan diri sendiri , ketika aku tlah lelah semua akan berakhir dengan tangisan kecil yang aku sembunyikan dalam diam.

dalam diam aku selalu memohon kepada waktu untuk memperlambat pergerakannya, karna jika waktu terlalu cepat aku mulai cemas ketakutan dan kesepian, meskipun aku berada diantara mereka jarang bersuara dan hampir tak pernah berbicara hanya sibuk sendirian tapi berada disana membuatku lupa tentang semuanya dan merasa nyaman, .Kini apa yang aku takutkan terjadi waktu tak pernah bersahabat aku telah memohon padanya tapi dia mengacuhkanku. mereka tlah pergi dan aku mulai kebingungan sendirian.

kemana harus ku cari ketenangan itu?dirumah?, tidak itu tempat paling buruk!!! rumah hanya akan mebawaku ke alam imajinasi yang terlalu dalam karna dirumah sepi hanya aku dan etuk., 

seandainya aku mempunyai seorang sahabat yang bisa aku bawa kemana aku pergi, tapi sahabat seperti apa ?, jika dia sosok yang hidup mungkin aku akan terbatas bersamanya.
aku hanya bisa bercerita kepada sebuah akun blogger ini, 
tempat dimana aku bisa bebas berkata-kata sesuka hatiku,

kini yang bisa aku lakukan hanya menunggu matahari tenggelam menanti gelapnya malam dan kemudian pulang berpura-pura tidur sampai benar-benar tertidur lalu berpura lagi menyapa mentari dan menggu simentari tenggelam lagi..



Menjadi orang tua

Maa, kini tidur ku tak lagi nyenyak seperti dulu. Maa, kini ku sering terjaga di sepanjang malam ku. Maa, kini ku rasakan kepani...